Jika Divonis Bersalah, Nur Alam Siap Banding

3 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sidang putusan perkara mantan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam digelar hari ini, Rabu (28/3) di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Berdasarkan jadwal yang diperoleh, sidang akan dilaksanakan pada pukul 15.00 WIB, molor dari jadwal sebelumnya yang sudah ditetapkan pada pukul 10.00 WIB.

Dalam perkara ini, Nur Alam dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) pada sidang sebelumnya yakni 18 tahun dan denda Rp. 1 miliar. Selain itu, jaksa juga meminta hakim untuk mencabut hak politik Nur Alam sela 5 tahun usai menjalani proses hukum.

Tim Kuasa Hukum Nur Alam, Didik Supriyanto saat ditemui di Pengadilan Tipikor menjelaskan, sampai saat ini pihaknya masih tetap optimis kliennya dapat divonis bebas oleh majelis hakim. Alasannya, dalam fakta persidangan dari keterangan sejumlah saksi dan saksi ahli, jaksa tidak dapat membuktikan adanya kerugian negara seperti yang dituduhkan.

“Fakta persidangan kan tidak ada kerugian negara. Apalagi, uang yang USD 4,5 juta sudah dikembalikan jauh sebelum kasus ini diungkap. Jadi kami yakin Pak Nur Alam ini tidak bersalah,” kata Didik kepada sejumlah awak media, Rabu (28/3).

Ia pun berharap dalam mengambil keputusan nanti, hakim bisa bersikap netral. Artinya, hakim berada ditengah-tengah, tidak berat kepada salah satu pihak. “Kami berharap putusan hakim nanti sesuai dengan harapan kami dan sesuai dengan fakta persidangan yang ada. Hakim harus ada ditengah-tengah dalam memutuskan perkara ini,” tambahnya.

Akan tetapi, jika kemungkinan terburuk kliennya akan dituntut bersalah oleh hakim, pihaknya akan menempuh jalur hukum dengan melakukan banding terhadap putusan hakim.

“Kalau divonis bersalah oleh hakim kami pasti banding. Karena kami menilai Pak Nur Alam tidak bersalah. Begitu juga sebaliknya, jika KPK yang melakukan banding atas putusan hakim, kami siap untuk layani,” tegasnya. (Fajar)