Jokowi dan Prabowo Sama-sama Menunggu

11 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Petahana Joko Widodo alias Jokowi belum mengantongi nama calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampinginya di Pilpres 2019 mendatang.

Di sisi lain, sampai saat ini juga belum kelihatan siapa yang bakal menjadi lawan tanding Jokowi.

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengatakan pertimbangan elektoral sangat penting dalam penentuan cawapres. Selain itu, juga mempunyai elektabilitas sehingga bisa bersaing dengan kompetitor nanti.

Namun, kata dia, sampai sekarang ini belum ada calon kompetitor atau lawan tanding Jokowi yang sudah mendeklarasikan diri. “Ini belum tahu, sehingga tidak bisa kami katakan bagaimana kriteria, yang mana yang jadi bahan pertimbangan (cawapres),” kata Andreas di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/3).

Dia mengatakan Jokowi juga perlu tahu siapa lawan atau kompetitornya nanti di Pilpres 2019. Sebab, kata Andreas, baik Prabowo Subianto, maupun yang lain sampai sekarang belum ada kepastian untuk maju di Pilpres 2019.

“Jadi, bagiamana berharap Jokowi cepat menentukan cawapres sementara belum tahu calon lawan siapa. Tidak masuk akal juga,” katanya.

Sementara Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa mengatakan partainya sudah pasti mengusung Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Namun, dia juga menegaskan, penentuan cawapres untuk Prabowo adalah bagian dari strategi partainya bersama koalisi.

Desmond memastikan sudah ada tim dari Partai Gerindra dan tim gabungan menjaring cawapres untuk Prabowo. Namun, pihaknya juga ingin mengetahui lebih dulu siapa cawapres yang akan diumumkan Jokowi.

“Kalau Pak Jokowi ada cawapres yang diusung, kan kami tahu oh siapa cawapres Jokowi. Tentu kami ingin wapresnya Pak Prabowo, elektabilitas dan kapasitasnya lebih baik dari wapresnya Pak Jokowi,” kata Desmond di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/3).

Dia mengatakan pihaknya juga sama-sama akan mengumumkan di injury time pendaftaran. Menurut dia, itu merupakan bagian dari strategi partai. “Ya karena bicara detik-detik terakhir itu adalah strategi politik Pak Jokowi dan strategi politik kami,” ungkapnya.

Wakil Ketua Komisi III DPR ini menegaskan partainya juga tidak ingin buru-buru memutuskan dan mengumumkan. “Ngapain kami buru-buru?” kata mantan aktivis mahasiswa ini. (Fajar/jpnn)