Jokowi: Masyarakat Indonesia harus Menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat

FAJAR.CO.ID, TANGERANG – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) resmi membuka Forum Kota Sehat “Healthy City Summit 2018” di Kota Tangerang, Minggu (4/11).

Rangkaian kegiatan sendiri diawali dengan senam massal yang diikuti oleh puluhan ribu masyarakat Kota Tangerang bersama Presiden Jokowi, didampingi oleh Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi mengajak seluruh masyarakat dan menekankan pentingnya untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat yang dimulai dari rumahnya masing-masing

“Masyarakat di Indonesia harus menerapkan hidup bersih dan sehat, seperti mengatur pola makan, pola tidur yang baik, menjaga fisik melalui olahraga. Kalau sudah sakit, menyembuhkannya itu yang sulit,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya.

Presiden Jokowi melanjutkan, bahwa pola hidup sehat ini harus terus digelorakan, tidak hanya di Tangerang namun di seluruh tanah air. “Yang paling penting ialah bagaimana kita bisa menjaga pola hidup sehat,” imbuhnya.

Senada, Walikota Semarang Hendrar Prihadi yang didapuk sebagai narasumber di hari ketiga pelaksanaan kegiatan Healthy City Summit 2018, Selasa (6/11), juga menegaskan pentingnya kepedulian masyarakat dalam mewujudkan Kota Sehat.

Adapun Walikota Semarang yang juga akrab disapa Hendi tersebut ditunjuk untuk memberikan paparan, karena Kota Semarang dianggap sebagai salah satu percontohan Kota Sehat di Indonesia.

Kota Semarang sendiri setidaknya dalam kurun waktu tiga tahun terakhir telah mampu mencatatkan berbagai pencapaian untuk mendukung terwujudnya ‘Indonesia Kuat’. Hal tersebut tergambar dari 17 indikator Sustainable Development Goals (SDGs) Kota Semarang yang kesemuanya dapat diupayakan ke arah yang lebih positif.

Salah satunya pada kasus gizi buruk di Kota Semarang yang mampu ditekan menjadi 21 kasus pada tahun 2017, dari semula 39 kasus pada tahun 2012. Selain itu pada tahun 2017 terwujudnya keluarga dengan jamban sehat di Kota Semarang juga mampu didorong sebanyak 73,8 persen dari yang semula hanya 53,2 persen di tahun 2011.

“Adapun dalam mewujudkan Kota Sehat, saya membaginya menjadi 4 tahap meliputi meningkatkan pembangunan infrastruktur, kesadaran masyarakat, pembangunan kolaboratif, kemudian inovasi layanan kesehatan yang mampu menjangkau setiap masyarakat,” papar Walikota Semarang yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut.

Dengan segala pencapaian yang telah diupayakan oleh Walikota Hendi tersebut, Kota Semarang pada tahun 2020 diputuskan sebagai tuan rumah “Healthy City Summit” selanjutnya.

Diharapkan dengan dijadikan Kota Semarang sebagai tuan rumah puncak kegiatan Forum Kota Sehat di tahun 2020, Forum Kota Sehat pada masing-masing daerah di seluruh Indonesia dapat secara langsung mengamati berbagai program dan perubahan positif yang mampu diwujudkan Kota Semarang di bawah kepemimpinan Walikota Hendi. (sen)