Jokowi Setuju Turunkan Tarif Tol Mulai Pekan Depan

23 views

FAJAR.CO.ID — Jawaban atas keluhan masyarakat terkait tarif tol yang dianggap terlalu mahal akan segera terwujud. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan penurunan itu akan diberlakukan setidaknya pekan depan.

“Akhir bulan ini sudah (direalisasikan),” kata Jokowi saat ditemui di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, kemarin (23/3/2018).

“Tinggal gitu saja,” lanjutnya seraya menunjukkan gerakan orang tanda tangan.

Presiden menyatakan, kajian sudah dilakukan oleh lintas kementerian. Mulai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Menteri Perhubungan, dan Menteri BUMN. Hasil kajian itu telah disampaikan ke presiden, Kamis lalu (22/3).

Menurut Jokowi, ada beberapa alternatif yang bisa ditempuh untuk menurunkan tarif tol. Mulai dari perpanjangan konsensi, penggabungan golongan kendaraan, hingga pemberian tax holiday bagi proyek-proyek pembangunan tol. Berdasarkan kalkulasinya, penurunan tarif tol nantinya bisa mencapai 20 sampai 30 persen.

Soal apakah hal itu berlaku untuk semua tol, presiden belum bisa memastikan. Apalagi, kajian belum sepenuhnya selesai. “Ini baru dihitung satu per satu. Jangan minta cepet-cepet lah,” tuturnya.

Terpisah, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, saat ini draft mengenai kebijakan penurunan tarif tol tengah dirampungkan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). “Sekarang sedang dihitung lagi. Sedang dikerjakan. Yang menetapkan menteri PUPR,” katanya kemarin. Seperti halnya yang disampaikan Jokowi, penurunan tarif tol bisa dilakukan dengan perpanjangan konsesi dan grouping golongan III-V.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Herry Trisaputra Zuna menjelaskan, kebijakan perpanjangan konsesi dipastikan hanya akan berlaku untuk ruas-ruas tertentu yang dinilai terlalu mahal dengan daya beli masyarakat yang masih rendah. Terutama untuk ruas antarkota.

Sedangkan untuk opsi grouping, Herry memastikan kebijakan tersebut akan diberlakukan untuk seluruh ruas tol. Namun, penerapannya belum tentu dilakukan serentak. Ruas-ruas tol yang punya potensi besar dilewati kendaraan logistik menjadi perhatian utama. Seperti ruas tol Cikopo-Palimanan. Menurut Herry, persentase kendaraan berat di ruas tol tersebut hanya 15 persen. Padahal, kendaraan berat banyak sekali melewati jalur pantura.

Senada dengan Herry, Basuki juga menilai bahwa tol Cipali harus terus digenjot agar bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh kendaraan logistik. “Meski didiskon sampai 30 persen, tetap saja kendaraan logistik itu tidak masuk ke Cipali,” ungkap Basuki.

Dengan grouping golongan III-V, Basuki berharap akan lebih banyak lagi kendaraan logistik yang masuk tol. Jika kendaraan yang masuk tol lebih banyak, meski pun tarifnya diturunkan, target pendapatan akan tetap tercapai. “Misalnya, masuk mobil 10 dengan tiket Rp10. Dapatnya Rp100. Ini kan akan sama dengan masuk 20 mobil dengan tiket Rp5. Dapatnya sama-sama Rp100. Itu yang diutak-atik. Tarif golongan V bisa turun sampai hampir 50 persen,” terang Basuki.

Selain dua opsi itu, Basuki juga mempertimbangkan tax holiday yang sempat digulirkan saat rapat dengan Jokowi dua hari lalu. Opsi itu bisa dijalankan karena Menkeu Sri Mulyani sudah memberikan lampu hijau. Sri Mulyani bahkan sudah menugaskan perwakilan dari Kemenkeu untuk berkoordinasi dengan Kementerian PUPR.

Basuki mengatakan, di tahun 0-10, tol pasti merugi. Namun, argo utang ke bank sudah mulai dan terus berjalan. Dengan adanya tax holiday, beban pun bisa dikurangi. Dampaknya, tarif juga bisa lebih ditekan. Pajak, kata Basuki, merupakan cost. “Jika ini dikurangi, beban berkurang, tarif pun berkurang,” katanya.

Jasa Marga menyambut baik keputusan pemerintah tersebut. Melalui keterangan resmi, Corporate Secretary M. Agus Setiawan memastikan kendati tarif tol turun, kualitas pelayanan operator tidak lantas turun. Menurutnya, adanya penambahan masa konsesi dan perubahan golongan kendaraan atau dengan kata lain Internal Rate of Return (IRR) dari jalan tol tersebut tetap terjaga, penurunan tarif tidak akan memengaruhi operasional operator. (and/far/ang)