Kabur Usai Tabrak Warga dan Polisi, Satu Motor Terseret Hingga 1 Km

4 views

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Aksi kejar-kejaran sejumlah pengendara motor dengan pengemudi mobil terjadi di Samarinda ketika jarum jam baru menunjukkan pukul 06.20 Wita. Harisman, pengendara mobil Toyota Avanza KT 1090 KW berusaha melarikan diri setelah menabrak warga, aparat, dua mobil, dan dua sepeda motor di berbagai titik di Kota Tepian.

Berawal di Samarinda Utara, kejar-kejaran berakhir di Samarinda Seberang. Sebelum sampai di Samarinda, Harisman (37), berangkat dari Sangkulirang, Kutim, Rabu (12/9) sekira pukul 18.00 Wita. Dia berprofesi sopir angkutan umum pelat hitam. Saat itu, dirinya membawa dua penumpang. Namanya Jupiter Suy (46) dan Muni Suy (22). Warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bekerja di sebuah kebun di Kutim. Ayah dan anak itu menggunakan jasa Harisman untuk dibawa menuju Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan.

Nahas, perjalanan keduanya berantakan akibat ulah sang sopir yang ugal-ugalan. (lihat grafis). Insiden mengerikan itu berawal ketika mobil yang ditumpangi memasuki kawasan Samarinda Utara, Kamis (13/9) sekira pukul 06.00 Wita. Harisman menyenggol pengendara yang langsung tancap gas menuju Jalan PM Noor lalu menuju Jalan Juanda dan berbelok arah ke Jalan Pangeran Antasari. Dua mobil yang parkir di tepi Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Air Putih, Samarinda Ulu, ditabrak. Muni pun terbangun dari tidurnya. Pemuda asal Kepulauan Rote, NTT, meminta sang sopir berhenti. Tapi, pesan itu tak diindahkan.

Zahri, salah satu pengemudi mobil yang ditabrak Harisman keluar dari mobil. Namun, Harisman malah memacu mobilnya. Peristiwa itu disaksikan Zakaria, pengemudi ojek online yang saat itu hendak mengarah ke Jalan Pangeran Suryanata. “Saya memutar. Pikiran saya enggak ke korban, bagaimana caranya mobil itu bisa dikejar,” sebutnya. Korban Zahri, lalu dievakuasi ke Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC). Sementara Zakaria mengejar Harisman yang berbelok arah menuju Jalan Cendana. Dari Jalan Cendana, kejar-kejaran berlanjut ke halaman Masjid Baitul Muttaqien, Kompleks Islamic Center.

“Sempat itu berputar-putar di sana,” ungkap Zakaria. Harisman lantas keluar menuju Jalan Slamet Riyadi. Zakaria yang berusaha mengejar, menyampaikan kepada Sersan Kepala (Serka) Iraman, anggota Detasemen POM Samarinda yang kebetulan melintas. “Pak, itu mobil tabrak lari,” pekik Zakaria. Brigadir polisi (Brigpol) Yudi Setiawan, anggota Patwal Satlantas Polresta Samarinda yang berjaga di Pos Polisi Meranti ikut mengejar. Menggunakan Kawasaki Ninja 250 CC. Dia lalu mengontak petugas jaga di Pos Polisi Jembatan Mahakam. “Ada mobil KT 1090 KW tolong dihentikan. Itu terlibat kecelakaan,” ucap Yudi lewat walkie talkie.

Namun, Harisman mengemudi cukup laju. Dua petugas lalu lintas di Jembatan Mahakam pun hendak ditabrak. Aris berbelok ke Jalan Bung Tomo dan Jalan Sultan Hasanuddin, Samarinda Seberang. Di Jalan Sultan Hasanuddin, Brigpol Yudi berusaha mendahului. “Tabrak pertama, sempat oleng,” ungkap Kanit Laka Satlantas Polresta Samarinda Ipda Henny Merdikawati. Kedua kalinya Yudi berusaha menyalip. Serka Iraman juga menyalip dari sisi kiri. Bermaksud hendak menutup akses Aris, kedua aparat itu ditabrak.

Brigpol Yudi terlempar ke kanan, sedangkan Serka Iraman jatuh ke kiri. Motor Serka Iraman sempat terseret sekitar 200 meter, sementara motor Brigpol Yudi terseret hingga mobil Aris berhenti di Jalan KH Harun Nafsi, Loa Janan Ilir. Itu setelah ban mobilnya pecah.

Ditemui Unit Laka Satlantas Polresta Samarinda,

Harisman menuturkan, sebelumnya dia sempat menyenggol di kawasan Samarinda Utara. Pria yang akrab disapa Aris itu merasa ada orang yang mengejar dan melempari mobil yang dikemudikannya. Warga Balikpapan, yang bermukim di Kampung Baru, Balikpapan Barat itu menginjak lebih dalam pedal gas mobil yang disewa dari rekannya. (*/dra/riz/k15)