Kejagung Bidik Tersangka Baru Korupsi Investasi Pertamina di BMG Australia

FAJAR.CO.ID, JAKARTA, – Kasus dugaan korupsi penyalahgunaan investasi pada Pertamina di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009 masih terus dikembangkan tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung. Pengembangan guna membidik pihak pihak lain yang terlibat untuk dijadikan tersangka. Kasus ini merugikan negara Rp 568 miliar.

“Sejauh ini penyidik sudah memeriksa saksi sebanyak 67 orang,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum ( Kapus Penkum), Moh Rum saat dikonfirmasi, Minggu (25/3).

Dari informasi yang terima, kata Moh Rum, terakhir bebera hari lalu penyidik juga telah memeriksa Direktur Keuangan PT Pertamina Hulu Energi, Hezairil sebagai saksi. Dalam pemeriksaan Saksi mengungkapkan soal pembayaran investasi.

“Saksi terangkan soal proses pembayara investasi oleh PT Pertamina (persero) di Blik Basker Manta Gummy (BMG) Australia,” jelasnya.

Disinggung soal apakah ada calon tersangka baru, Moh Rum enggan berandai andai, tergantung hasil penyidikan yang dilakukan tim penyidik. “Yang jelas penyidikan sampai sekarang masih berjalan, kita tunggu saja nanti perkembangannya seperti apa,” tutupnya.

Diketahui, dalam perkara ini penyidik berkali kali telah memeriksa  Mantan Direktur Utama PT Pertamina persero Galaila Karen Agustiawan. Meskipun kerap diperiksa status Karen masih sebatas saksi, namun jika ditemukan bukti bukti yang cukup bukan tidak mungkin status Karen dapat ditingkatkan menjadi tersangka.

Selain itu, penyidik juga memeriksa Dini Nurhayati pekerjaan Asisten Manager Corporate PT Pertamina (Persero) dan Cornelius Simanjuntak pekerjaan Manager Legal Bisnis Development PT Pertamina (Persero).

Dalam kasus ini penyidik telah menetapkan tersangka BK, mantan Manager Merger & Acquisition (M&A) Direktorat Hulu PT. Pertamina (Persero) berdasarkan Surat Perintah Penetapan Tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: TAP-06/F.2/Fd.1/01/2018 tanggal 23 Januari 2018.

Kasus itu berawal pada 2009 PT Pertamina (Persero) telah melakukan kegiatan akuisisi (Investasi Non Rutin) berupa pembelian sebagian asset (Interest Participating/ IP) milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy (BMG) Australia berdasarkan Agreement for Sale and Purchase-BMG Project tanggal 27 Mei 2009.

Dalam pelaksanaanya ditemui adanya dugaan penyimpangan dalam pengusulan Investasi yang tidak sesuai dengan Pedoman Investasi dalam pengambilan keputusan investasi tanpa adanya Feasibility Study (Kajian Kelayakan) berupa kajian secara lengkap (akhir) atau Final Due Dilligence dan tanpa adanya persetujuan dari Dewan Komisaris, yang mengakibatkan peruntukan dan penggunaan dana sejumlah 31,492,851 dolar AS serta biaya-biaya yang timbul lainnya (cash call) sejumlah 26,808,244 dolar AS tidak memberikan manfaat ataupun keuntungan kepada PT.

Pertamina (Persero) dalam rangka penambahan cadangan dan produksi minyak Nasional yang mengakibatkan adanya Kerugian Keuangan Negara cq. PT. Pertamina (Persero) sebesar 31,492,851 dolar AS dan 26.808.244 dolar Australia atau setara dengan Rp568.066.000.000 sebagaimana perhitungan Akuntan Publik. (jhn)