Kekurangan Empat Paslon pada Debat Pertama Pilgub Sulsel

13 views

FAJAR.CO.ID — Empat pasangan calon (paslon) Pilgub Sulsel 2018 telah melakukan debat pertama yang cukup lancar di Hotel Clarion, Makassar, pada Rabu malam (28/3/2018).

Masing-masing tampil sukses memaparkan keunggulan dan program kerja ke depan. Namun demikian, sesuai amatan FAJAR.co.id, tetap saja ada yang kurang dari keempat paslon.

Mulai dari paslon nomor urut satu, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz). Kepercayaan diri NH di panggung kurang mampu diimbangi oleh pasangannya. Aziz juga beberapa kali terlihat kaku menjawab pertanyaan yang diajukan rival maupun pemandu acara, Rosianna Silalahi.

Penampilan Aziz yang kurang “pede” juga jelas terlihat ketika memaparkan visi misi dengan membaca catatan di tangannya. Aziz pun seperti tak tuntas membaca “contekannya” itu karena dikejar durasi.

Sementara, paslon nomor urut dua, Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo, pada debat pertama ini terkesan tampil normatif. Jawaban juga pertanyan jebakan mereka kepada rival kurang berbobot. Maklum, persiapan pasangan ini menguasai materi jelang debat hanya dua jam.

Kekurangan paslon nomor tiga, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman, ialah terlalu seringnya sang calon gubernur melihat contekan yang dibawa ke panggung. Bupati Bantaeng dua periode memang tampil santai dan sejuk, namun ada kesan bahwa ia kurang menguasai materi.

Paslon nomor empat, Ichsan Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (IYL-Cakka) juga tak luput dari kekurangan. Dimulai dari kedatangan ke lokasi debat, pasangan ini yang terakhir tiba di Hotel Clarion Makassar. Memberi kesan bahwa mereka kurang siap, padahal perhatian masyarakat pada debat pertama ini sangat tinggi.

Kekurangan IYL-Cakka juga tampak ketika menampilkan persembahan seni budaya di pangggung. Pasangan ini seperti memaksakan diri untuk bernyanyi. Berbeda dengan paslon lain yang lebih mengandalkan kru penampil, atau setidaknya seperti Nurdin Abdullah yang tampil kalem dengan sebuah puisi yang sarat pesan. (*/fajar)