Keperawanan Direnggut Teman Pacar, Korban Tolak Uang Damai Rp 1,3 Miliar

38 views

FAJAR.CO.ID — Seorang warga Queensland dilaporkan telah memperkosa pacar rekan kerjanya yang masih perawan setelah membiusnya. Pelaku berusia 46 tahun itu mencoba berdamai dengan menawarkan uang tutup mulut $ 100.000 atau setara Rp 1,3 miliar.

Akan tetapi, gadis itu dan kekasihnya menolak dan memilih melaporkannya ke polisi. Pelaku sekarang dituduh dengan dua tuduhan pemerkosaan dan akan muncul di pengadilan pada hari Rabu.

Laporan Gold Coast Bulletin menyebutkan, pelaku yang tidak dapat disebutkan namanya untuk melindungi identitas korban memperkosa wanita itu dua kali di rumahnya di Gold Coast pada bulan Januari lalu. Aksi itu ia lakukan setelah membius korban dan pacarnya.

Peristiwa ini berawal ketika mereka selesai makan malam di Surfers Paradise, 20 Januari lalu. Saat itu, pelaku memasukkan rohypnol dalam anggur korban dan kekasihnya yang tak lain teman kerjanya sendiri.

Dalam keadaan tak sadarkan diri, pelaku menurunkan temannya di taman lalu membawa kekasihnya ke rumahnya.

Ketika sampai di rumah, korban mulai merasa lelah dan dia menyuruhnya untuk berbaring di tempat tidurnya. Sementara pacarnya tertidur di taman dan ditemukan oleh orang yang lewat yang membawanya ke kantor polisi di mana dia tampak sangat kebingungan.

Polisi mengklaim pria itu lalu kembali ke rumah untuk memperkosa pacar rekannya saat dia tidur di tempat tidur sebanyak dua kali. Tidak ada yang mengingat kejadian itu sampai setelah mereka kembali ke rumah dan tidur sementara terdakwa mengklaim dia tidur di mobil malam itu.

Polisi mengatakan, peneliti forensik menemukan darah di seprai yang diklaim sebagai darah perawan korban.

Laporan menyebutkan, setelah mengetahui dirinya diperkosa, gadis itu bersama kekasihnya langsung menemui pelaku. “Mungkin saya terlalu banyak minum dan berhubungan seks dengan pacar Anda,” kata pelaku pada temannya.

Selain pengakuan konyol tersebut, pelaku juga berusaha menyuap mereka. Tetapi pasangan itu menolak berdamai dan memilih melaporkan insiden itu kepada polisi keesokan harinya. Pada Maret lalu, pelaku kemudian ditangkap. (Daily Mail/amr/fajar)