Kepung Pengadilan, Pedagang Pasar Sentral Makassar Gugat Pemkot

3 views

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Ratusan pedagang Pasar Sentral Kota Makassar, mendadak mengepung Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Selasa siang (6/11). Mereka, melayangkan gugatan perdata kepada pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terkait persoalan relokasi dan kepemilikan lahan.

Ketua tim kuasa hukum pedagang, Erwin Kallo mengatakan, gugatan dilayangkan terhadap Pemkot dan PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) selaku pengembang dalam pembangunan New Makassar Mall (NMM). Para pedagang yang sebelumnya berjualan di Jalan HID Cokroaminoto, Jalan KH Agus Salim, dan Jalan KH Wahid Hasyin tidak terima direlokasi ke NMM.

“Perjuangan kami tentang hak dan kewajiban baru dimulai. Jadi gugatan ini kami layangkan kepada kedua pihak untuk ganti rugi secara umum dan persoalan lahan,” kata Erwin saat memberikan keterangan di PN Makassar.

Pihak pedagang menuntut ganti rugi kepada Pemkot dan PT MTIR sebesar Rp 1,8 triliun rupiah. Ganti rugi itu merupakan perhitungan dari 1800 lods yang tersedia di NMM. Untuk setiap lodsnya, pedagang dibebankan harga sebesar Rp 100 juta. Mereka bisa menyicil selama 8 tahun.

Menurut pedagang, harga itu sangat merugikan. “Mana sanggup pedagang (membayar). Keuntungan perbulannya palingan tidak lewat dari Rp 2 juta,” tegasnya.

Erwin melanjutkan, substansi persoalan ini karena selisih harga yang begitu jauh. Dari hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPK) Sulsel, harga per lods diusulkan sebesar Rp 33 juta. Namun kenyataannya, harga itu dinaikkan oleh pihak pengembang dan disetujui oleh Pemkot Makassar menjadi Rp 90 hingga Rp 100 juta.

“Kenapa ini jauh? Karena satu-satunya alasan yang bisa membenarkan adalah terlalu banyak sogokan. Terlalu banyak suapnya, terlalu banyak korupsinya. Makanya mahalnya harga itu dibebankan kepada pedagang,” kritik Erwin.

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menyatakan kesiapannya menghadapi gugatan para pedagang. Dia menilai, gugatan tersebut adalah hal yang wajar.

“Silakan digugat. Nggak ada masalah kalau mau gugat. Tapi harus jelas dasar hukumnya seperti apa. Intinya kami siap. Saya sudah terbiasa digugat,” tegas pria yang akrab di sapa Danny itu.

Sebelumnya, melalui SK Wali Kota, para pedagang diberikan izin untuk menempati badan jalan. Lapak itu hanya sementara alias semi permanen, sebagai langkah Pemkot Makassar untuk mewadahi pedagang yang menjadi korban kebakaran 2014 lalu.

Proses pembangunan pasar kemudian kembali dilanjutkan. Pembangunan itu diambil alih oleh PT MTIR selaku pengembang.

Sebagaian besar pedagang bersertifikat menolak untuk direlokasi ke NMM. Alasannya harga lods yang ditetapkan PT MTIR terlalu mahal. Namun ada pula pedagang yang setuju untuk menempati lods baru.

Pemkot beberapa kali memfasilitasi pedagang dengan pengembang untuk menentukan kesepakatan harga. Namun, kesepakatan belum menemui titik temu.

Pemkot tak ingin mengulur waktu untuk melakukan penataan kembali badan jalan. Buntutnya pada Rabu  (5/9), ratusan lods pedagang yang masih bertahan di kawasan jalan itu digusur. (rul/JPC)