Keterangan Mantan Dirut Soal Korupsi Dana Pensiun PT Pupuk Kaltim

5 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kejaksaan Agung telah memeriksa Mantan Direktur Utama Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur, Ezrina Aziz, terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan Dana Pensiun PT Pupuk Kaltim 2011-2016 yang diduga merugikan sekitar Rp 200 miliar lebih.

“Benar yang besangkutan sudah kita periksa sebagai saksi, kemarin,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum), Moh Rum, di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Saat diperiksa di hadapan tim penyidik, kata Moh Rum, bekas orang nomor satu di Dana Pensiun PT Pupuk Kaltim itu menerangkan mengenai proses investasi dana pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur.

“Jadi itu yang diterangkan yang bersangkutan, investasi dalam bentuk saham maupun property (apartement),” tegasnya.

Hingga kini penyidik belum juga menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi ini, meskipun telah memeriksa 20 orang saksi lebih. Penyidik masih mengumpulkan bukti bukti dalam mencari siapa pihak yang paling bertanggung jawab untuk dijadikan tersangka.

Sebelumnya, satu persatu petinggi di Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur diperiksa Kejagung. Beberapa waktu lalu giliran Direktur Utama Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur, Surya Madya, diperiksa penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung terkait kasus ini.

Selain itu, petinggi Dapen PT Pupuk Kaltim yang sudah diperiksa yakni Eko Warjaya selaku Staf Bagian Investasi Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur, Chaerul Sanusi, SE selaku Manager Investasi Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur dan Yolios Rafli selaku matan Dewan Pengawas Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur.

Dalam pemeriksaan Dirut menerangkan mengenai proses dalam melakukan investasi dana pensiun dan keadaan saat ini saham-saham yang di investasikan.

Penyidik juga telah memeriksa Djafar Lingkaran selaku Komisaris PT. Anugerah Pratama Internasional dan Wicaksono selaku Direktur PT. Anugerah Pratama Internasional.

Saat siperiksa, saksi Djafar Lingkaran menerangkan mengenai investasi saham dana pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur yang berada di PT. Dwi Aneka Jaya Kemasindo.

Sedangkan sakso Wicaksono menerangkan mengenai investasi saham dana pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur yang berada di PT. Dwi Aneka Jaya Kemasindo.

Kasus ini berawal, Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur (DP-PKT) dengan PT. Anugerah Pratama Internasional (PT. API) dan PT. Strategis Management (PT. SMS) telah melakukan perjanjian penjualan dan pembelian kembali saham PT. Dwi Aneka Jaya Kemasindo (PT. DAJK) dan PT. Eurekaa Prima Jakarta (LCGP) yang dapat dikategorikan sebagai repurchase agreement (repo) dimana pembelian repo bertentangan dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 199/PMK-010/2008 tentang Investasi dana pensiun.

Bahwa akibat dari transaksi repo, Dana Pensiun PT. Pupuk Kalimantan Timur mengalami kerugian diperkirakan sebesar Rp. 229.883.141.293 (dua ratus dua puluh sembilan miliar delapan ratus delapan puluh tiga juta seratus empatpuluh satu ribu dua ratus sembilan puluh tiga rupiah) yang tidak bisa dikembalikan oleh PT. Anugerah Pratama Internasional dan PT. Strategis Management. (jon/FIN)