Ketua MPR Minta Pengguna Narkoba Direhabilitasi dan Pengedar Ditembak Mati

32 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Indonesia pantas dijadikan negara darurat narkoba. Bagaiman tidak, dalam sepekan saja berton-ton narkoba berhasil digagalkan oleh aparat keamanan Indonesia.

Hampir sebagian besar barang haram ini bersumber dari China dan Filipina yang dipasok dari daerah-daerah perbatasan atau pintu masuk dari negeri tetangga, misalkan lewat Batam, Riau, Kaliman dan jakur Timur Leste.

Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan menyarankan agar pemerintah bisa mengambil langkah tegas untuk menghukum para pengedar atau bandar narkoba di Indonesia. pasalnya, barang haram ini makin terlihat bebas diperjual belikan di Indonesia, padahal para pelaku pengedar dan pemakai sudah dibekuk oleh parat kepolisian amupun Badan Narkotika Nasional (BNN).

Disarankan Zulhasan – sapaan akrab Zulkifli Hasan, aparat penegak hukum harus memberikan hukuman berat bagi pengedar dengan hukuman tembak mati. Sementara buat pemakai, harus dilakukan rehabilitasi. “Buat yang pengedar narkoba ditembak mati aja, kalau pemakai harus direhabilitasi,” kata Zulhasan saat menggelar diskusi dengan awak media di ruang pressrum DPR RI, Senin (12/3).

Dikatakan Zulhasan, hampir sebagaian besar penghuni lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia itu diisi oleh pengguna narkoba. Seharusnya, mereka terlebih dulu direhabilitasi sebelum masuk ke dalam penjara. “Saya keliling lapas di Indonesia, 80 persen tahanan penjara itu pemakai narkoba,” ucap Zulhasan.

Selain itu, Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini juga meminta agar Pemerintah perketat hubungan kerja sama dengan negara-negara yang sering menjadi pemasok narkoba ke Indonesia. Karena, negara-negara tersebut sudah mengetahui bahwa Indonesia adalah pasar yang bagus untuk mendagangkan barang haram ini.

‘Kerja sama antar Indonesia dengan negara pengedar narkoba harus diperketat juga. Jika tidak diperketat, negara seperti Filipan akan terus kesini, karena buat mereka Indonesia itu hukumannya ringan soal kasus narkoba. Selain itu, pintu masuk juga banyak dan pada akhirnya mereka suka ke Indonesia,” jelasnya.

Diketahui, pada Februari kemarin aparat keamanan berhasil mengamankan 1,6 ton sabu-sabu di kawasan Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten yang direncanakan akan disebarkan di Jakarta. Selain itu, di bulan yang sama, aparat BEA Cukai juga berhasil mengamankan 3 ton sabu di Kepulauan Riau. (Aiy/Fajar)