Ketua Tim Sukses Asrun-Hugua Berpeluang Dipanggil KPK

17 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrun tidak bisa mengikuti proses kampanye Pilgub Sultra yang saat ini tengah berlangsung. Proses kampanye hanya diikuti sang Calon Wakil Gubernur, Hugua. Itu dikarenakan Asrun tengah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akibat kasus hukum dugaan suap yang dialaminya.

Asrun tak sendiri mendekam dibalik jeruji besi KPK. Ia ditangkap dalam kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK bersama dengan Wali Kota Kendari non aktif, Adriatma Dwi Putra yang tak lain adalah putranya sendiri. Dua orang lainnya adalah mantan Kepala BPKAD Kota Kendari, Fatmawati Faqih dan Dirut PT Sarana Bangun Nusantara (SBN), Hasmun Hamzah.

Akibat perbuatannya, Hasmun Hamzah sebagai pihak pemberi disangkakan dengan pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau pasal 13 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan, Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra (ADP), Asrun dan Fatmawati Faqih sebagai pihak yang diduga menerima suap dijerat dengan pasal 11 atau pasal 12 huruf a atau b Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sejak keempatnya ditahan oleh KPK pada Kamis (1/3) lalu dan sudah dilakukan perpanjangan masa penahanan pertama selama 40 hari kedepan. Selama ditahan, penyidik KPK terus melakukan pengembangan. Sudah ada beberapa orang pengusaha yang dipanggil. Bahkan terakhir, Ketua KPU Sultra, Hidayatullah ikut dipanggil KPK. Hanya saja, Hidayatullah meminta penundaan pemeriksaan pada, Rabu (28/3) karena masih mengikuti serangkaian kegiatan seleksi anggota KPU Sultra periode 2018-2023.

Dari hasil pengembangan kasus, uang hasil OTT sebesar Rp. 2,8 Miliar yang diberikan oleh Hasmun Hamzah diduga akan digunakan untuk dana kampanye pasangan Asrun-Hugua. Uang tersebut pun kini sudah diamankan oleh KPK bersama beberapa barang bukti lainnya.

Olehnya itu, pihak-pihak yang dianggap mengetahui dan berkaitan dengan kasus dugaan suap tersebut juga bakal dipanggil penyidik komisi antirasuah tersebut untuk dimintai keterangan, termasuk ketua Tim Sukses pasangan Asrun-Hugua. Berdasarkan penelusuran, ketua Tim Sukses Asrun-Hugua dijabat oleh Ketua DPW PAN Sultra, Abdurrahman Shaleh yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Sultra.

“Iya. Prinsipnya, orang-orang yang dinilai mengetahui sesuatu berkaitan dengan dugaan tindak pidana para tersangka atau peristiwa-peristiwa yang ada hubnya dengan dugaan tindak pidana para tersangka, akan dimintai keterangan. Namun, penyidik yang memiliki kewenangan  itu,” singkatnya Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha kepada fajar.co.id, Sabtu (24/3). (Fajar)