Kisah Kamar Kosong, 6 Bulan Tak Dihuni Tiba-tiba Ada Janin

14 views

Berani berbuat, harus siap bertanggung jawab. Menggugurkan hasil hubungan gelap, sama saja membunuh.

HUJAN mengguyur hebat kala itu. Selasa, 26 Desember 2017 petang, Samsul Al Khamar (52), penjaga indekos Pondok Rezeki Indah berdiri di pintu utama indekos tiga lantai yang terletak di Jalan Pramuka, Gang 17, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara. Dia waswas, air setinggi betisnya mengancam indekos yang sudah bertahun-tahun dijaga.

Langkahnya pelan saat melintas di depan salah satu kamar di lantai dasar indekos bercat hijau muda tersebut. Dia tahu kamar itu sudah tujuh bulan tak dihuni, Samsul pun memastikan keadaan kamar tersebut. Matanya terbelalak kala melihat janin di kloset kamar mandi tersebut.

“Saya pikir banjir di kamar ini (lokasi kejadian). Begitu buka pintu, janin itu sudah ada,” sebutnya. Samsul mengira, ada orang yang sengaja masuk dan menaruh janin yang diperkirakan berusia empat bulan tersebut. Namun, dia berpikir, rasanya tak ada yang bisa masuk kamar selain dia dan istrinya sebagai penjaga indekos tersebut.

Buru-buru, dia memacu motornya mengarah ke Polsekta Samarinda Utara dan melapor ke polisi. Anggota Polsekta Samarinda Utara berpakaian sipil pun menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Pekerjaan polisi menjadi lebih mudah lantaran di kompleks indekos itu terpasang closed circuit television (CCTV).

Dari sana, petugas mendeteksi sosok Titi Sunarti (22), mahasiswi semester akhir yang berdiam sejak setahun silam di indekos lantai dua tersebut. Kamarnya berada di posisi yang sama dengan kamar penemuan janin tersebut. Dari itu, polisi mulai menemukan titik terang pelaku pembuang janin.

Proses penangkapan pun tak sulit. Titi yang baru pulang dari jalan bersama Eggy Rakhmat Farezi (22) malam itu, langsung mengaku saat dicecar pertanyaan oleh polisi. Sementara kekasihnya dibekuk di tempat terpisah di Jalan PM Noor, Samarinda Utara.

Kemarin (28/3), pasangan kekasih itu melakukan rekonstruksi kasus pembuangan janin tersebut. Sebanyak 12 adegan diperankan keduanya. Didampingi kuasa hukum yang ditunjuk oleh polisi, Titi hanya bisa pasrah dan bersiap duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa. “Saya menyesal berbuat demikian,” ucapnya kepada kuasa hukumnya.

Mahasiswi semester VIII di sebuah perguruan tinggi negeri di Kota Tepian itu berharap, nantinya hakim bisa memberikan keringanan hukuman. Titi dan Eggy melaksanakan adegan tersebut dengan mata berkaca-kaca. Terlebih Titi, perempuan yang tak pernah lepas dari sorot kamera awak media. Hubungan laiknya suami-istri itu diakui keduanya sering dilakukan di Hotel Merdeka, Sungai Pinang.

Merunut peristiwa tersebut sebelumnya, baik Titi dan Eggy telah merencanakan untuk menggugurkan janin tersebut. Pemuda yang belum bekerja itu memberikan beberapa obat penggugur kandungan yang dipesan online. Obat berjenis pil tersebut dibeli seharga Rp 838 ribu.

Perempuan asal Kota Raja itu meminum obat tiga hari sebelum janin tersebut keluar. Selasa siang, Titi yang merasa kesakitan bergegas ke kamar mandi. Janin tersebut keluar di kloset. Dia dengan cepat menyiram hasil hubungan gelap tersebut. Upayanya menghilangkan bukti gagal lantaran kondisi banjir, membuat beberapa saluran pembuangan tersumbat. Akhirnya, muncullah janin tersebut di kamar mandi lantai dasar dan ditemukan Samsul.

Akibat membuang janin ke saluran pembuangan, pasangan kekasih tersebut dijerat pasal berlapis. “UU tentang kesehatan dan pidana tentang aborsi,” pungkas Kapolsekta Samarinda Utara Kompol Ervin Suryatna. (*/dra/kri/k16)