Lagi-lagi Travel Umrah Bikin Jamaahnya Kebingungan di Tanah Suci

8 views

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN  –  Sebanyak 290 jemaah umrah Arafah Tamasya Mandiri (ATM) tak bisa kembali pulang ke tanah air. Pasalnya, jadwal kepulangan diundur hingga waktu yang belum diputuskan. Ratusan jemaah ini terpaksa kembali menginap di Hotel Firdaus Al Umroh dan menunggu kepastian dari pihak travel terkait kepulangan mereka.

Media ini mendapatkan kabar dari salah seorang jemaah berinisial P. Dia mengungkapkan, ratusan jemaah tak bisa pulang kembali ke Balikpapan lantaran tidak mendapatkan pesawat. Jadwal kepulangan seharusnya pada Minggu (8/4) lalu, namun diundur dan belum ada kepastian hingga kemarin (9/4) terkait keberangkatan.

“Seharusnya pulang kemarin Minggu, tapi sampai Senin ini belum dapat pesawat nah,” katanya melalui pesan WhatsApp(WA).

Menurut istri para jemaah serta keluarga yang berada di Balikpapan, lanjut P, tiket kepulangan sejatinya telah ada. Hanya saja pihak ATM diduga belum membayarkannya. Merasa gelisah dan ragu, akhirnya 30 jemaah berinisiatif pulang sendiri dengan dibiayai oleh pengusaha asal Palu.

“Kemarin ada jemaah yang pulang sekitar 30-an dari Palu. Mereka pulang pun infonya dibelikan pengusaha batu asal Palu, yang kebetulan masih ada hubungan kerabat,” ujarnya.

Para jemaah mulai mengkhawatirkan biaya hotel dan makan di Tanah Suci. Namun, menurut P, pihak travel masih menanggung biaya inap dan makan hingga kemarin.

“Hotelnya masih ditanggung sampai hari ini, nggak tahu sampai besok,” sebutnya.

Sempat tidak mendapatkan respons saat menghubungi pihak travel, akhirnya para jemaah mendapatkan sedikit kabar baik setelah melakukan pertemuan dengan perwakilan pihak travel yang bersama rombongannya.

Hasil pertemuan itu, para jemaah mendapatkan kepastian keberangkatan pada hari ini (10/4). Hanya saja hanya 150 jemaah saja yang mendapatkan tiket pesawat. Sisanya masih menunggu lagi.

Namun, beredar kabar, kloter kedua akan diberangkatkan pada hari yang sama namun jam keberangkatan masih belum diketahui.

“Habis pertemuan, nggak lama masuk manifes untuk 150 orang. Alhamdulillah, saya termasuk di kloter itu. Nah, sisanya belum tahu, masih simpang siur. Kalau kami berangkatnya besok pagi (hari ini),” terangnya.

P mengatakan, saat mendengar kabar penundaan kepulangan, ratusan jemaah yang menginap di hotel yang sama geger. Mereka lantas menghubungi keluarganya di Balikpapan untuk meminta kepastian. Istri P sendiri sempat mendatangi kantor ATM yang berada di Gunung Malang, hanya saja manajemen ATM tidak di tempat. Hanya satu orang karyawan ATM yang menemui istrinya. Beruntung, P masuk dalam daftar kepulangan di pagi hari ini.

“Ini saya OTW ke bandara, Mas. Sempat geger kemarin itu satu hotel karena ditunda. Saya suruh istri saya untuk tanyakan ke kantor, manajemen nggak ada. Cuman satu orang aja yang hadapin. Mereka masih berusaha walaupun telat. Yang penting saya sampai dulu di tanah air,” pungkas dia.

Saat dikonfirmasi kepada Manajer Operasional ATM, Zulfikar, media ini tak mendapatkan respons. Pesan WA dibaca, tanpa adanya balasan. (yad/yud/k1)