Lagi, Puisi Ganjar Pranowo Dinilai Sindir Suara Azan

1 views

JAKARTA- Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendapat kritikan pedas dari netizen. Sebabnya, Ganjar membacakan puisi karya Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus yang dinilai menyinggung azan. Puisi itu dibacakan pada saat acara talk show Kandidat Jateng Di Rosi belum lama ini.

Video pembacaan puisi itu diunggah Ganjar pada tanggal 10 Maret 2018 lalu melalui akun facebook miliknya. Puisi tersebut berjudul “Kau ini bagaimana dan aku harus bagaimana”.

Dalam potongan salah satu kalimatnya, puisi itu berbunyi, “Kau ini bagaimana, kau bilang Tuhan itu dekat, kau sendiri memanggilnya dengan pengeras suara setiap saat.”

Netizen menilai, Ganjar sebagai calon Gubernur Jawa Tengah yang sangat membutuhkan suara ummat Islam, seharusnya teliti terlebih dahulu sebelum membacakan puisi tersebut yang nantinya menyinggung ummat Islam.

Akun Enggar Adi Saputra menulis, “ Itu maksudnya apa?! Orang Islam tidak boleh adzan dg speaker?!  Padahal Ganjar tampil sebagai calon gubernur jawa tengah yg butuh suara umat Islam loh… Apakah ganjar menantang umat Islam?!
Meskipun itu bukan Puisi karya sendiri, Puisi itu sangat nyata menyinggung adzan.  Masihkah kita biarkan orang2 sperti ini diberi kesempatan berkuasa lagi?! Oohh tidak!!!,” 
tulis Enggar.

Sementara akun akun Abian Sangkar Cukit Solo menulis,  mohon maaf pak Ganjar,,mau itu ciptaan ny siapapun klo bapak berani mmbawakan di depan publik itu artiny bpak siap mnanggung sgala resiko yg ada,,apa sebelum dbaca di depan publik gak dpelajari dlu??manusia dberi akal pak ganjar pranowo ,klo tidak sesuai sma kepribadian bapak harus ny di cancel,ato dganti dgn yang laen,,ato part itu bisa dhilangkan,,oh iya apa bpak gak tau klo adzan itu bukan untuk memanggil ALLAH ,,apa bpak gak tau artinya ??coba skali2 klo nonton tivi trus kbtulan pas adzan sambil dibaca artinya yah pak,,jngan lngsung pindah chanel krn mrasa terganggu,,masak kalah sama anak ku yg msih Tk,,klo dengerin adzan di TV lngsng semangat bnget niruin pak,” tulisnya 

Wealah pak pak dulu pas belum jadi minta dukungan umat islam dimasjid MUI klitikhan semanggi pas acara Ippho santosa.. Aku dukung sampean lho pak lha kog iki malah sampean puisi ne marai nyesek.” kata akun Dwi Cahyo Kurnia 

“Mohon maaf Bapak…Kalau Bapak mau membaca, dalam arti setuju dengan isinya…Adzan itu untuk memanggil manusia, bukan memanggil Allah…manusia dipanggil, agar segera beribadah pada Allah...” timpal akun Sumarmi.

“Ini maksudnya apa toooh… Kok menyinggung lagi… Bapak ini sebenernya agamanya apa toh pak.. Astaghfirullah. .. Ya Rab.. Semoga bapak memperoleh hidayah sebelum ajal memanggil.” celetuk akun Annie Suharta .