Langsung Dihibur Alunan Kolintang Setiba di Manado

20 views

FAJAR.CO.ID — Unik dan menarik, itulah sebuah alat musik yang mengalun di dalam ruangan kedatangan penumpang pesawat di Bandar Udara Sam Ratulangi, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Alunan musik yang dimainkan 4 orang itu membuat sorot mata orang yang baru mendarat di Manado memandang penuh takjub, ada pula yang mengabadikannya.

Dimainkan oleh lima orang pria yang masing-masing memakai baju adat khas Manado, alat musik yang bernama Kolintang ini terdengar indah lewat tangan lembut pemainnya untuk menghibur penumpang.

Dikisahkan, alat musik tradisional dari Manado itu dibuat oleh seorang laki-laki, sebagai persembahan untuk seorang perempuan cantik yang bernama Lintang.

“Dulu seorang laki-laki Minahasa kalau mau memikat perempuan pakai ini, tapi belum seindah sekarang. Dulu masih pentatonis dan sekarang sudah petatonis,” ujar Joy, salah satu pemain Kolintang, Jumat (6/4/2018).

Di balik keindahan bunyi dari alat musik Kolintang, ternyata terbuat dari kayu pilihan, yakni kayu cendana. Proses pembuatannya pun menelan hingga jutaan rupiah.

“Alat musik ini terbuat dari kayu cendana, karena kayu cendana itu padat, tidak sama dengan kayu lain yang memiliki banyak serat dan kadang berlubang,” beber Joy.

Kata Joy, keberadaan alat musik tersebut tidak hanya dimainkan di bandara, tetapi juga di setiap sekolah di kota Manado, dan itu merupakan kewajiban.

“Kolintang dimainkan 5-6 orang, tapi standarnya 9 orang. Ini bisa kita temukan di sekolah, atau ada acara besar seperti kedagangan menteri, presiden, atau kegiatan pertandingan,” tuturnya.

Selain memainkan lagu khas Manado, pemain alat musik Kolintang ini dapat melantunkan lagu pop Indonesia, golden memori, dan sejenisnya.

“Karena alat musik ini memiliki unsur tangga nada, dan memiliki tiga tingkatan. Ada yang seperti piano untuk membuat melodinya, kemudian rythem atau seperti gitar, dan terakhir bassnya,” jelasnya.

Alat musik yang berada di ruang pengambilan barang di Bandara Sam Ratulangi, Manado tersebut dimainkan dari pagi hingga jam 10 malam. Penumpang yang mengambil barang juga bisa ikut memainkan alat musik tersebut. (sul/fajar)