Mafia Sertifikat Tanah di BPN Kena Ciduk.. SUKURIN!

36 views

FAJAR.CO.ID, SAMPIT – Kinerja  penyidik dari Kejaksaan Negeri Kotim didukung banyak pihak dalam menelisik dugaan pemalsuan sertifikat yang dilakukan pejabat BPN Kotim. Termasuk kesuksesan penyidik menyeret mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin sebagai tersangka dalam kasus IP4T dan sengketa tanah Dinas Pendidikan.

Atas kinerja itu, Kejari mendapat karangan bunga dari warga bernama Syahrudin. Karangan bunga itu diantar Jumat pagi (6/4). ”Tadi (kemarin, Red) diantar orang tokonya ke sini. Pagi sekali,” kata Agung, salah seorang petugas keamanan di Kejari Kotim.

Selain Syahrudin yang secara langsung mengirim karangan bunga, dukungan pengungkapan kasus pertanahan juga disampaikan sejumlah pihak yang secara langsung menyampaikan laporan masalah tanah mereka ke Kejari Kotim.

Beberapa waktu lalu, misalnya, sejumlah tokoh datang ke Kejari yang dipimpin mantan Wakil Bupati Kotim HM Thamrin Noor, mantan pejabat lainnya seperti Yusuf Sulaiman hingga sejumlah pengusaha. Mereka mengharapkan kejaksaan mengungkap masalah tanah di Jalan Pelita Barat. Pasalnya, lahan di kawasan itu selalu bermasalah.

Selama ini, kasus pertanahan di Kotim memang dinilai sulit diungkap. Padahal, angka sengketa lahan cukup tinggi. Baik antar-masyarakat, masyarakat dengan perusahaan, maupun perusahaan dengan perusahaan. BPN dianggap cuci tangan setiap ada persoalan dan selalu mengarahkan ke ranah perdata. Hingga akhirnya kejaksaan melakukan penyidikan dan berhasil mengungkap berbagai modus permainan di BPN Kotim.

Tidak hanya itu, penyidik kejaksaan berhasil menyeret mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin dan petugas ukur BPN Kotim Darmawi sebagai tersangka dalam kasus inventarisasi penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah (IP4T) dan sengketa tanah Disdik Kotim.

Selain itu, saat ini ditenggarai pejabat BPN Kotim juga bakal ditelisik. Pasalnya, dalam beberapa hari penelusuran aset dan harta kekayaan Jamaludin, ternyata juga ada pejabat BPN lainnya yang memiliki aset serupa dengan milik Jamaludin. Penyidik mulai membidik hal itu dengan dugaan suap atau gratifikasi terkait terbitnya sertifikat di BPN Kotim.

Sementara itu, berkaitan dengan aset yang sudah disegel Kejari Kotim, ternyata ada aset yang ditengarai milik Jamaludin, namun menggunakan identitas orang lain. Orang itu disebut sebagai tangan kanan dalam mengelola asetnya, Badransyah.

Badransyah mengklaim rumah mewah yang harganya hampir setengah miliar di kompleks perumahan PT Adhi Karya Property, Kecamatan Baamang itu sebagai miliknya. Dia membantah tuduhan bahwa rumah itu milik Jamaludin yang sengaja dibeli dengan meminjam namanya.

”Pengakuan Badransyah, rumah di Jalan Tjilik Riwut di kompleks perumahan Adhi Karya itu miliknya. Memang kami lihat suratnya atas nama dia,” ujar Kepala Kejari Kotim Wahyudi melalui Kasi Pidana Khusus Hendriansyah.

Badransyah telah dimintai keterangannya oleh penyidik. Meski demikian, penyidik tidak begitu saja percaya dengan pernyataannya dan masih melakukan pendalaman.

Di kalangan pihak tertentu, Badransyah selama ini dikenal sebagai orang kepercayaan Jamaludin. Bahkan, saat penyidik melakukan penggeledahan di wilayah Kelurahan Ketapang, Kecamatan MB Ketapang, penyidik mendapat informasi bahwa sejumlah aset tanah milik tersangka kasus IP4T dan tanah Disdik itu banyak dikelola Badransyah.

Badransyah menjadi salah satu kunci pengungkapan lebih mendalam terkait aset eks Kepala BPN Kotim itu. Apalagi dari gerakan penyidik sudah memperlihatkan akan menjerat Jamaludin dengan pasal tindak pidana pencucian uang.

Badransyah sendiri mengaku rumah di Perumahan Adhi Karya itu sebagai miliknya. ”Itu milik saya yang saya sewakan. Saya ada buktinya,” ucap Badransyah. (ang/ign)