MAKI Desak Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Korupsi Dana Pensiun Pertamina

16 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung didesak untuk menetapakan tersangka baru kasus dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun (dapen) PT Pertamina tahun 2013 -2015.

Desakan ini diungkapkan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) dalam bentuk surat yang dikirim dan ditujukan langsung kepada Jaksa Agung, HM Prasetyo.

“Kita sudah berkirim surat ke Jaksa Agung untuk menyampaikan permintaan penetapan tersangka baru dalam perkara ini,” kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman di Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Dia menjelaskan, desakan penetapan tersangka baru bukan tanpa dasar, berdasar hasil audit BPK dan fakta hukum Putusan Nomor: 107 / PID.SUS / TPK / 2017 / PN.JKT.PST. atas Terdakwa M Helmi Kamal Lubis.

Kata Boyamin, ada dugaan pihak terkait yang semestinya dimintai pertanggungjawaban hukum sesuai perannya.

“Jika telah ditemukan minimal dua alat bukti dapat ditetapkan sebagai tersangka baru oleh penyidik,” jelasnya.

Disinggung soal siapa dugaan pihak lain yang terlibat, Boyamin menuturkan, ada lima orang yang diduga ikut terlibat dalam kasus ini. Pertama, berinisial HBY selaku Direktur Administrasi dan Kepensiunan DP Pertamina yang pada Desember 2014 bertindak sebagai Pjs. Presdir DP Pertamina.

Lalu, berinisial APA selaku Direktur Utama PT MDS, IL selaku Direktur Utama PT BIC, LW selaku Direktur PT Sucorinvest Inti Investama dan RDI selaku Direktur Utama PT SCG. “Semuanya diduga mempunyai peran masing-masing,” tegasnya.

*AKTOR INTELEKTUAL

Selain meminta penetapan tersangka baru, Boyamin juga mendesak agar penyidik melakukan penahanan terhadap Betty Halim yang telah berstatus tersangka sejak beberapa waktu lalu.

“Kami meminta dilakukan penahanan terhadap tersangka Bety Halim sebagai bentuk keadilan dikarenakan terhadap dua tersangka sebelumnya, M Helimi Kamal Lubis dan Edward Sowryadjaya, dilakukan penahanan,” tegasnya.

Peran Bety Halim, lanjut Boyamin, dapat diduga kualifisir sebagai aktor intelektual dan diduga menikmati uang paling banyak dari dugaan hasil kejahatan korupsi, pasalnya Bety diduga merekayasa harga saham SUGI di pasar regular bursa, menjual saham SUGI yang masih terikat perjanjian repo dan belum dibayarkan kewajibannya kepada DP Pertamina.

Selanjutnya diduga melakukan repo saham SUGI yang dijual ke DP Pertamina, lalu diduga engendalikan dan mengusai account nominee yang ada di PT MDS yaitu PT BIC, Sdri. EA, Sdr. MW, Sdr. FP, Sdr. CHA, Sdr. YUS, Sdr. BBD, Sdri. LS, dan Sdr. RP, untuk melakukan transaksi jual beli saham SUGI kepada DP Pertamina dan M Helmi Kamal Lubis.

“Serta diduga memberikan manfaat atau keuntungan pribadi terkait penempatan saham SUGI kepada M Helmi Kamal Lubis,” tutupnya.

Sebelumnya, tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung, diam diam telah melakukan pencegahan berpergian ke luar negeri terhadap komisaris PT Milleniun Dana Sekuritas, Betty Halim.

Meski sudah dicegah, Betty Halim masih belum dilakukan penahanan. “Kan sudah dicekal, kalau sudah dicekal mau ke mana lagi,” kata Jaksa Agung, HM Prasetyo, saat dikonfirmasi soal tidak dilakukannya tindakan penahanan, di Kejaksaan Agung Jakarta. (jon/FIN)