Marak Penipuan, Autamaras Travel Gelar Edukasi Umroh Aman dan Berkah

37 views

SURABAYA – Perjalanan beribadah umroh semakin diminati masyarakat. Lamanya waktu tunggu ibadah haji menjadikan masyarakat memilih alternatif ibadah umroh untuk pergi ke Tanah Suci. Indonesia bahkan tercatat sebagai pengirim jamaah umroh terbesar kedua di dunia setelah Pakistan.

Direktur Operasional PT Amijaya Prakarsa (Autamaras Travel Haji dan Umroh) HM Chandra Solehan mengakui, besarnya jumlah jamaah umroh tersebut menjadi pasar yang empuk bagi pengusaha biro perjalanan wisata. Kini di Indonesia menjamur bisnis travel umroh yang menawarkan berbagai fasilitas dalam beragam harga.

”Sayangnya, pertumbuhan bisnis travel umroh ini juga diikuti dengan adanya oknum yang berusaha mencari keuntungan dengan cara tidak terpuji, sehingga para jamaah gagal berangkat alias tertipu,” ujarnya.

Chandra menyarankan jamaah untuk berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umroh. Pilih yang benar-benar sudah teruji, amanah, dan mengutamakan kemudahan bagi para jamaah.

“Dan jangan lupakan, pilihlah agen perjalanan yang tidak mempunyai catatan gagal memberangkatkan jamaah,” ujar Chandra. Sejak berdiri pada 1989, PT Amijaya Prakarsa telah memberangkatkan puluhan ribu jamaah.

Autamaras, sambung Chandra, kini sedang gencar melakukan edukasi kepada nasabah tentang cara berumroh yang aman dan berkah. Jadwal terbaru edukasi jamaah ini dilaksanakan Minggu (25/3/2018) mendatang di Graha Kadin Jawa Timur, kawasan Bukit Darmo, Surabaya. Setelah bulan lalu di Kota Bandung, Jabar.

Chandra menambahkan, Autamaras juga memberi pilihan pembiayaan yang memudahkan jamaah. Untuk yang belum memiliki uang saat ini, tidak perlu memberikan uang muka. Jamaah cukup berkomitmen untuk menyelesaikan pembayaran dalam kurun waktu yang telah disepakati.

”Kemudahan pembiayaan tersebut di-cover oleh perusahaan pembiayaan syariah terkemuka, yaitu FIF Group lewat program Amitra dan Al-Ijarah Finance dalam program Alif,” ujar Chandra.

Model pembiayaan cicilan berprinsip syariah tersebut diperbolehkan oleh agama sesuai fatwa Dewan Syariah nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 2002. Selain itu, model pembiayaan ini aman karena lembaga-lembaga pemberi dana terdaftar serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

”Intinya kami ingin memberikan layanan beribadah yang aman dan berkah. Autamaras juga tidak hanya ingin cari untung saja, kami juga rutin memberi edukasi agar ibadah jamaah semakin berkah. Tujuannya kita semua menjadi pribadi yang jauh lebih baik setelah berkunjung ke rumah Allah,” papar Chandra. (*)