Masalah Ekonomi Jadi Isu Utama di Deklarasi Relawan BAM-PADI

6 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Keterpurukan ekonomi masih menjadi  masalah krusial di bangsa ini. Hal itu terlihat dengan melonjaknya harga bahan pokok, melemahnya nilai tukar rupiah hingga sulitnya mendapat lapangan kerja.

Masalah ini menjadi perhatian tersendiri bagi pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno di Pilpres 2019. Tak hanya Prabowo-Sandi, relawan BAM-PADI juga menjadikan masalah ekonomi menjadi isu utama mereka dalam merekrut relawan.

Ketua Relawan BAM-PADI Radja Ricky menuturkan, relawan BAM-PADI bagian dari kelompok profesional komuniti yang menyoroti masalah ekonomi bangsa. Dikatakan Radja, BAM-PADI akan bersama para relawan berjuang untuk menghadirkan kesejahteraan di Indonesia dengan cara memperjuangkan Prabowo-Sandi menjadi Presiden dan Wakil Presiden.

“Banyak sekali terutama kita dibagian profesional komuniti, secara ekonomi masih banyak sekali yang belum berjalan secara adil dan makmur, terutama dikalangan bawah. Banyak kesempatan kerja, kesempatan usaha, berbisnis itu masih belum ada untuk semua orang, masih hanya untuk sekelompok aja, nah ini yang mau kita dobrak, kita mau jalanin supaya semua masyarakat Indonesia punya kesempatan kerja yang sama, untuk bahagia, sukses dan mencapai tujuan semua,” kata Radja kepada Fajar.co.id di acara deklarasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11).

Organisasi relawan Prabowo-Sandi yang berdiri pada 25 September 2018 kemarin ini mengaku, langkah untuk memenjadikan Prabowo dan Sandi sebagai pasangan Presiden dan Wapres makin terbuka dengan sikap masyarakat di beberapa daerah menerima kehadiran BAM-PADI.

“Kita berdiri sejak 25 September 2018, dan yang sudah terdaftar itu Sumatera yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten dan Jakarta. Untuk Jawa Tengah belum. Sementara Sulawesi semua sudah ada, Maluku, NTB, NTT,” akuinya.

Sementara itu, Sekjen BAM-PADI Agus Slamet mengatakan, pihaknya akan terlebih dulu mematangkan para relawan terkait proses pemilihan, baik cara memilih hingga sosialisasi pasangan Prabowo-Sandi ke masyarakat.

“Kita akan merekrut dari daerah sebanyak 200 orang sekali, dimana orang-orang itu akan kita bekali ilmu dan pengawasan tentang Pemilu di masing-masing TPS. Setelah itu kita akan bagikan 50 stiker per orang, karena hitungan kami, kalau 200 orang, kita kasih 50 stiker itu sudah 10 ribu dan akan ditempel di rumah masing-masing,” ujar Agus.

Dijelaskan Agus, jika dari satu rah itu terdapat dua pemilih, maka yang dihasilkan dari cara ini sudah 20 ribu orang, maka sangat efektif menggunakan sistem seperti ini ketimbang memobilisasi masa yang banyak.

“Kalau satu rumah itu ada isinya dua orang, otomatis sudah 20 ribu orang, maka di satu daerah kita sudah merangkul 20 ribu orang. Kalau dalam satu kegiatan, di Jawa saja 10 kalai kegiatan, maka sudah pasti 2 juta orang. Saya kira sangat efektif dan tidak terlalu mengarahkan masa yang lebih banyak,” jelasnya

“Kita hanya untuk sementara 200 orang, mungkin next lagi 250 seperti itu,” tutupnya. (Aiy/Fajar)