Masalah Nasib Tenaga Honorer K2 di Pangkep, Ini Penjelasan Bupati…

5 views

FAJAR.CO.ID, PANGKEP – Nasib tenaga honorer kategori dua (K2), selama ini menyita banyak perhatian, salah satunya di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Bahkan, beberapa waktu Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah angkat bicara soal keinginannya membantu para tenaga honorer tersebut.

Namun, soal pengangkatan tenaga honorer K2 juga perlu memperhatikan tiga hal utama, diantaranya dasar hukum, validasi, dan kemampuan keuangan. Hal itu diungkapkan, Bupati Pangkep H Syamsuddin A Hamid SE terkait persoalan honorer K2 di Pangkep.

” Kami pemerintah daerah cuma melaksanakan perintah pusat, terkait persoalan nasib honorer K2,”singkatnya, Sabtu 15 September.

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo juga mengungkapkan hal senada. Pemerintah pusat sangat mendukung pengangkatan tenaga honorer K2 bila ada dasar hukum, validitas, dan kemampuan keuangan negara. Dasar hukum mengenai Aparatur Sipil Negara (ASN) telah diatur.

Aturan itu membagi ASN menjadi hanya dua jenis yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pekerja Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Tenaga honorer K2 akan diangkat dengan mengikuti tes CPNS.

Keikutsertaan tersebut dengan melihat kelengkapan persyaratan. Pasalnya dalam aturan terdapat batas umur menjadi PNS yaitu 35 tahun. Nantinya tenaga honorer K2 yang lulus tes akan diangkat menjadi PNS. “Kalau tidak lulus, maka tenaga honorer akan masuk menjadi PPPK,” ujarnya, dikutip dari salah satu media.

Asal tahu saja, tenaga honorer terakhir diangkat pada tahun 2005. Hingga tahun 2009 telah diangkat 860.220 menjadi PNS tanpa tes.(*/ade)