Masih Ada Lima Keluarga Belum Klaim Dana Kompensasi Rp 5 Juta dari Lion Air

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Berbagai fasilitas diberikan oleh maskapai Lion Air untuk keluarga korban kecelakaan selama masa evakuasi. Salah satunya memberikan dana kompensasi Rp 5 juta untuk masing-masing keluarga yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari selama di Crisis Center.

Public Relation (PR) Lion Group, Ramaditya Handoko mengatakan uang kompensasi itu diberikan kepada semua korban. Namun hingga kini masih ada lima keluarga korban yang belum mengklaimnya. Tetapi dirinya tidak merinci siapa saja yang belum mengklaim.

“Untuk kompensasi yang Rp 5 juta, masih ada lima keluarga yang belum mengklaim. Namun kami tetap menghubungi (keluarga), karena memang ada beberapa nomor telepon yang belum tersambung,” kata Ramaditya, Kamis (8/11).

Menurutnya, uang kompensasi sebesar Rp 5 juta tersebut peruntukannya bukan untuk biaya penginapan, transportasi, konsumsi, atau potongan asuransi keselamatan penumpang pesawat. Kompensasi tersebut lebih pada untuk kebutuhan keluarga korban selama berada di Crisis Center.

Pihaknya juga masih membuka Crisis Center di Hotel Ibis, Jakarta Timur untuk memfasilitasi keluarga korban. Mengingat masih banyak keluarga korban yang mengurus dokumen untuk klaim asuransi, bagi jenazah yang sudah teridentifikasi.

Pihaknya juga meminta agar keluarga korban, yang sudah teridentifikasi maupun belum, dapat segera melengkapi berkas atau dokumen guna mendapatkan asuransi. “Bahkan sebelum diidentifikasi, kami sudah secara paralel memulai itu. Karena memang harus ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi,” katanya.

Sementara dirinya menjelaskan, untuk melengkapi dokumen yang diperlukan membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena keluarga korban harus kembali ke daerahnya, guna mempersiapkan dokumen yang diperlukan.

Sebelumnya, Ramaditya mengaku pihaknya tidak akan berpatokan pada waktu pencarian Basarnas dan proses identifikasi Disaster Visum Investigation (DVI) Rumah Sakit Polri Kramatjati. Pasalnya pihak keluarga sampai saat ini masih membutuhkan tempat tinggal sementara, guna mengurus berkas.

“Enggak, kalau itu tidak terkait. Apalagi kami masih ngurusin insurance,” singkatnya. (dik/JPC)