Masuk 6 Hari Pencarian Abng, Keluarga sudah Bikin Yasinan

23 views

FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Memasuki hari keenam, pencarian terhadap Andi Riski Pratama (8) belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan terus menelusuri perairan sekitar Tarakan, lantaran Andi diduga terbawa arus pasang saat berenang di Dermaga Ujung Beringin 4, pada 22 Maret lalu. Kapolres Tarakan AKBP Dearsystone Supit melalui Kasat Polair Polres Tarakan, AKP Kalvein mengatakan, meski hingga hari kelima jasad Abang -sapaan Andi Riski- belum ditemukan. Namun tim SAR masih terus melakukan pencarian hingga, kemarin (27/5).

“Kita tetap fokuskan pencarian mulai dari Beringin 4. Kemudian ke Utara 1 mil dan Selatan 1 mil. Wilayah perairan sudah kita perluas karena sudah masuk hari-hari terakhir pencarian,” katanya.

Ditambahkan Kalvein, untuk pencarian korban tenggelam maksimal hanya dilakukan selama 7 hari. Namun apabila sampai 7 hari belum ada tanda-tanda ditemukan korban, maka pihaknya akan menunggu perintah untuk memastikan waktu pencarian ditambah atau pencarian dinyatakan berakhir.

“Jadi kita tunggu kebijakan dari atas baru kita perpanjang. Yang jelas kendala kita di lapangan adalah luasnya perairan tempat kita mencari dan air tidak menentu kadang pasang dan tiba-tiba surut,” beber pria yang berpangkat balok tiga itu.

Akibat sering terjadinya pasang surut air laut, membuat tim SAR kesulitan untuk memprediksi lokasi jasad dari korban akan timbul. Namun yang jelas, beber Kalvein, pihaknya tetap melakukan fokus melakukan pencarian di perairan Tarakan hingga ke muara-muara yang terdapat pohon bakau.

Tidak hanya itu, untuk lebih memfokuskan pencarian terhadap korban sejumlah armada tim SAR juga diturunkan untuk melakukan pencarian. Selama lima hari pencarian, tim SAR yang tergabung dari Basarnas, Polair, PMI, Lantamal XIII, BPBD, dan PMI menurunkan 50 personel dan sebanyak 10 unit speed boat.

“Kita juga melakukan pencarian di malam hari dengan menggunakan speed boat besar milik Polair. Jadi kita sampai di Pulau Sadar hingga ke tambak-tambak. Dan sempat kita hirup aroma bau, tapi ternyata hanya bangkai monyet,” imbuhnya.
Sementara itu, Dwi Noor keluarga dari korban yang sempat di konfirmasi mengatakan, lantaran belum ada titik terang ditemukannya Abang, pihak keluarga hanya bisa pasrah terhadap keadaan tersebut.

“Jadi yang bisa kita buat hanya mendoakan. Jadi hampir setiap malam kita lakukan yasinan biar dia (Abang, Red.) cepat ketemu,” singkatnya. (zar)