Masuk Pemukiman Penduduk, BKSDA Evakuasi 29 Ekor Kera Hitam

11 views

FAJAR.CO.ID, LUWU – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengevakuasi 29 ekor kera hitam (Macaca Tongkeana) yang ke luar dari hutan dan masuk ke pemukiman warga. Satwa endemik Sulawesi itu diduga kelaparan akibat kekurangan pasokan makanan di habitatnya.

Kepala BKSDA Sulsel, Ir Thomas Nifinluri M.Sc mengatakan evakuasi dilakukan Tim Balai Besar BKSDA bersama pemerintah daerah serta warga di kawasan hutan Dusun Samba Desa Rante Belu Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Rabu (21/3/2018) pagi.

Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan Bosso (perangkap berupa kandang). Saat dievakuasi kera hitam itu dalam kondisi sehat.

Kini satwa langka yang dilindungi akan dilepas liarkan kehabitatnya di lahan seluas 90.000 Ha kawasan cagar alam FaruhumPenai Desa Kasintuwu Kecamatan Mangkutan Kabupaten Luwu Timur

“Hari ini kita evakuasi dan langsung lepas liarkan di cagar alam yang disiapkan di Luwu Timur” kata Thomas

Awalnya BKSDA berencana menggunakan senapan bius untuk memindahkan kawanan kera hitam itu. Rencana itu urung dilakukan karena berisiko membahayakan keselamatan satwa langka tersebut.

“Kalau pingsan dan jatuh dari ketinggian, binatang itu bisa terluka bahkan bisa berujung kematian,” jelas Thomas

Kera hitam atau lebih dikenal dengan Macaca Tongkeana ini merupakan satwa endemik yang hanya hidup di pulau Sulawesi dengan ciri khas tidak memiliki ekor dan berbulu hitam pekat.

Satwa ini masuk dalam kategori satwa yang dilindungi karena populasinya semakin berkurang.“Kalau masuk dalam kota kemungkinan karena terganggu di tempat hidupnya atau kekurangan makanan,” terang Thomas menjelaskan asal muasal kawanan kera bisa masuk dikeramain dan pemukiman warga.

Sejak beberapa bulan terakhir, warga dikejutkan dengan kawanan kera hitam yang tiba-tiba saja berada di pemukiman warga dan bahkan hewan ternak warga banyak jadi korban di makan kera hitam tersebut.(pojok)