Mayat Nurhalizah Ditemukan Mengapung, Diduga Korban Pembunuhan

5 views

FAJAR.CO.ID, NUNUKAN – Wanita yang ditemukan tenggelam di dermaga Pelabuhan Induk Sei Pancang Kecamatan Sebatik Utara, Senin (2/4) sekira pukul 20.00 Wita, sedikit mendapat titik terang. Meninggalnya korban, Nurhaliza yang merupakan warga Jalan Hasanuddin RT 10, diduga adanya indikasi pembunuhan sehingga akhirnya terjatuh ke laut.

Namun kabar tersebut belum dapat dibenarkan oleh pihak kepolisian. Kapolres Nunukan AKBP Jefri Yuniardi SIK melalui Kasubbag Humas Polres Nunukan IPTU M Karyadi mengatakan, hingga saat ini belum ada menetapkan tersangka atas kasus tenggelamnya Nurhaliza.

“Jadi untuk yang terindikasi masalah pidana, itu kita belum menentukan. Makanya bagi keluarga atau masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan korban itu bisa memberikan informasi kepada kita di Polres boleh, di Polsek juga boleh. Kita open (terbuka) saja,” ungkapnya, kemarin.

Menanggapi informasi yang beredar, korban meninggal dalam kondisi hamil. Karyadi menampik hal tersebut, sebab informasi itu belum dapat dijadikan acuan penyelidikan. “Intinya jika keluarga dan kepolisian sudah bisa mengumpulkan bukti-bukti yang cukup penyebab meninggalnya korban, mungkin nanti kita bisa membuka lagi kasusnya,” jelasnya.

Meski begitu, pihaknya belum dapat mengindikasikan adanya dugaan tindak kejahatan terhadap korban. Sementara itu, dia mengungkapkan, hasil visum yang keluar dari pihak puskesmas saat melakukan pemeriksaan terhadap korban diketahui penyebab kematian yakni kehabisan oksigen.

“Belum ada pelaporan dengan permasalahan korban. Jika ada isu yang berkembang di masyarakat, sejauh ini itu masih mengenai internal keluarga korban. Kalau keluarga korban tidak mempermasalahkan maka polisi juga tidak bisa terlalu jauh, karena polisi juga berdasarkan delik aduan,” tuturnya.

Sebelumnya dikabarkan, korban ditemukan oleh dua orang yang berada di dermaga saat bersantai pada malam hari. “Menurut saksi mata, mereka sempat mendengar teriakan orang minta tolong. Namun kondisi gelap, mereka tidak bisa melihat. 15 menit kemudian, mereka melihat mayat sudah mengapung, tepatnya di samping tiang dermaga,” jelasnya kepada Kaltara Pos, Selasa (3/4) siang.

Dua saksi tersebut yakni Muhammad Asri (21) dan Irwan (20). Dari pengakuan saksi, mereka mendengar samar-samar teriakan korban sebelum akhirnya meninggal. dan keduanya pun tak menyangka bahwa ada orang  yang tenggelam di sekitar dermaga tempat mereka bersantai.

“Mereka juga tidak tahu ada orang yang tenggelam. Nanti mereka tahu ketika mayat mengapung. Saksi langsung mengangkat korban ke atas dermaga, dan membawa korban ke Puskesmas Sei Nyamuk,” ungkapnya.

Dikatakan Karyadi, dari keterangan orangtunya bahwa korban sempat meminta izin untuk berjalan-jalan menggunakan sepeda motor. Setelah mendengar anaknya meninggal, orang tua korban pun  kaget dan tidak menyangka akan kejadian tersebut. Karyadi menjelaskan, lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) memang terbilang gelap sebab tak ada penerangan. Selain itu, cuaca saat kejadian angin kencang dan gelombang besar.

“Penyebab jatuhnya korban  belum diketahui karena saat jatuh ke laut tak ada saksi yang melihat. Saat ini masih kita dalami,” pungkasnya. (*/say)