Media Rusia Sebut Tsamara Amany Berwawasan Dangkal

18 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany Alatas mendapat kritikan pedas dari salah satu media Rusia yang berbahasa Indonesia, Russia Beyond the Headlines atau RBTH.

Kritikan itu, dikeluarkan lantaran Tsamara menyebutkan Presiden Rusia, Vladimir Putin bukan pemimpin yang memberikan contoh yang baik bagi Indonesia. Dia juga menyebut, tak ada kebebasan aspirasi di Rusia.

“Ia (Putin) membungkam oposisi dan pers di Rusia sana. Di Rusia, tidak ada kebebasan beraspirasi seperti di Indonesia,” ujar Tsamara.

Berikut kritikan RBTH melalui akun sosial medianya terhadap Tsamara.

Wow, luar biasa Tsamara Amany!

Selamat malam Tsamara, kami Russia Beyond, media Rusia yang (salah satunya) dalam bahasa Indonesia — mungkin Anda belum pernah tahu sebelumnya, jadi mari kita berkenalan.

Kami pikir di sini ada kesalahpahaman soal pengetahuan Anda tentang politik dan bahkan sistem pers di Rusia. Ini sangat disayangkan sekali.

Kami tidak membela siapa pun, termasuk Fadli Zon atau bahkan Presiden Putin. Namun, pernyataan Anda tentang negara kami, bahwa di Rusia tidak ada kebebasan beraspirasi seperti di Indonesia, ini menunjukkan kedangkalan wawasan.

Pernyataan Anda juga sangat disayangkan karena hubungan antara kedua negara kita sangat baik. Anda mungkin bisa tidak sepakat dengan Fadli Zon, tapi pernyataan Anda sebagai seorang politikus muda sungguh menunjukkan ketidakdewasaan.

Kami pikir, Anda perlu lebih banyak riset soal negara kami. Kalau ada politikus Indonesia yang mengidolakan pemimpin kami, kami bisa apa? Yang jelas, Anda selalu bisa juga berdiskusi dengan kami, Russian Embassy in Indonesia, atau Pusat Kebudayaan Rusia untuk tahu lebih banyak tentang negara kami.

Soal korupsi … Di Rusia memang ada korupsi, dan ya … besar — itu betul. Peringkat kami di bawah Indonesia, itu juga betul. Namun, bukan berarti kami tidak melawan korupsi dan membiarkannya begitu saja seperti yang Anda katakan.

Tahukah Anda bahwa di Rusia pernah terjadi penangkapan pejabat secara massal sepanjang sejarah pasca-Soviet. Rusia pernah menghukum 8.800 pegawai negeri Rusia karena kasus korupsi (dalam tempo satu tahun). Banyak? Ya, tentu. Tapi bukan berarti kami MEMBIARKAN sama sekali.

Kami lihat, Anda punya karier yang sedang naik. Karena itu, kami harap Anda bisa lebih bijaksana ke depannya ketika mengomentari negara lain, apalagi jika pengetahuan Anda tentang negara itu sangat minim. Jika itu kebetulan tentang Rusia, silakan cari tahu banyak hal dari kami.