Melahirkan saat BAB, Si Bayi Tewas Terkena Batu lalu Dikubur Diam-diam

17 views

FAJAR.CO.ID — Agustina Puan, 27, warga Hia, Desa Lewomada, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menguburkan bayinya secara diam-diam. Si bayi lahir ketika Agustina buang hajat, dan tewas saat itu juga.

“Saat merasa ingin buang air besar (BAB), Agustina menuju kebun yang tak jauh dari rumahnya. Saat BAB, ternyata yang keluar orok bayi. Begitu keluar, kepala bayi mengenai batu dan bayi itu meninggal,” terang Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Bobby Mooynafi kepada Timor Express, Senin (5/3/2018).

Ia menjelaskan, Rabu (28/2/2018) sekira pukul 24.00, Agustina merasa hendak BAB, lantas berjalan menuju kebun di belakang rumah.

Saat Agustina hendak BAB dan masih dalam keadaan berdiri, bayi dalam kandungan langsung keluar dan jatuh mengenai batu. Bayi tersebut meninggal dunia.

Melihat kondisi bayi yang sudah meninggal, Agustina kembali ke rumah dan mengambil sebilah parang kemudian menggali lubang di kebun langsung menguburkan bayinya.

“Ibu muda ini menguburkan bayinya secara diam-diam saat melahirkan sendirian di kebun yang tak jauh dari rumahnya sekitar pukul 24.00. Ingin BAB dan masih posisi berdiri tiba-tiba bayinya keluar dan kepalanya membentur batu,” ungkap Bobby.

Ia menambahkan, setelah Agustina melihat bayi tersebut sudah meninggal dunia, Agustina kemudian kembali ke rumah dan mengambil sebilah parang untuk digunakan menggali lubang di kebun dan langsung menguburkan bayinya.

“Ini masuk pada kasus pembunuhan bayi atau menyembunyikan kematian bayi oleh ibu kandungnya. Karena menguburkan secara diam-diam tanpa diketahui oleh warga atau keluarganya sendiri,” ungkapnya.

Dijelaskan, peristiwa itu terbongkar setelah keesokan harinya, Kamis (1/3/2018) sekira pukul 07.30, kakak pelaku, Welhelmus Wair melihat bercak darah disekitar rumah, Welhelmus kemudian mengikuti tetesan darah disekitar rumah dan menuju belakang rumah hingga disekitar kebun dan mendapati lubang yang baru digali. Betapa kagetnya Welhelmus saat membuka lubang tersebut, didapati orok bayi yang baru dikuburkan.

Welhelmus langsung melaporkan peristiwa itu ke Pospol Nebe Polsek Waegete. “Di luar dugaan Welhelmus, ketika melihat bercak darah di rumah saudarinya itu, dengan penuh penasaran Welhelmus mengikuti tetesan darah itu hingga ke kebun yang berada dibelakang rumah Agustina, hingga sampai pada lubang yang digali pelaku. Saat dibuka terlihat orok bayi yang baru dikuburkan,” jelas Bobby.

Atas laporan tersebut, Kapolsek Waegete Iptu Siprianus Raja bersama tim identifikasi langsung menuju TKP untuk menyelidiki laporan tersebut. Ketika itu juga Agustina langsung dibawa ke Puskesmas Watubaing untuk mendapat perawatan medis.

“Sebelum pelaku mendapat perawatan medis terlebih dahulu dilakukan visum luar oleh dr Elen yang bertugas di Puskesmas Watubaing,” jelasnya.

Bayi tersebut kata Bobby, hasil hubungan gelap dengan seorang laki-laki bernama Fendi. Hubungan itu dilakukan Agustina karena suaminya masih berada di Rutan Maumere terkait kasus kecelakaan lalu lintas. (kr5/ays)