Mesin Lion Air JT-610 Ternyata Bisa Terbang 24 Jam Non-Stop

5 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat masih menyisakan misteri. Mengingat burung besi tersebut merupakan keluaran terbaru dari Boeing. Jam terbangnya pun baru 2 bulan.

Kepala Sub Komite Kecelakaan Penerbangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Nurcahyo Utomo mengatakan, mesin Boeing 737 Max 8 yang digunakan Lion Air JT-610 sebetulnya bisa terbang 24 jam non-stop.

Namun, demi menjaga keselamatan penerbangan, perawatan terhadap pesawat tersebut harus sangat diperhatikan. Selain itu pilotnya pun harus diganti secara rutin.

“Kemampuan mesin (Boeing 737Max 8, Red) 24 jam sehari. Tidak ada aturannya selama perawatan bagus nggak masalah,” kata Nurcahyo di kantor KNKT, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (6/11).

“Punya mobil? Di grab-in? Kalau kayak gitu maunya mobil jalan apa berhenti? Jalan kan? Sama maskapai juga begitu. Tapi salah nggak kalau dijalanin terus? Yang penting pilot ganti, perawatan bener. Mau jalan terus-terusan ya wajar, orang mau nyari uang,” imbuhnya.

Sementara itu terkait telah terjadinya kerusakan pada airspeed indicator pada Lion Air JT-610 sejak 4 penerbangan terakhir, tidak ada keharusan dari pihak maskapai untuk melapor ke KNKT. Dengan catatan maskapai tetap menjalankan prosedur perbaikan dengan semestinya.

“Tidak (harus lapor KNKT kalau ada kerusakan beruntun, Red). Tapi penanganannya khusus. Tidak bisa disamakan dengan rusak biasa,” jelas Nurcahyo.

Di sisi lain, Nurcahyo menyebut bahwa ketika burung besi mengudara harus betul-betul dalam keadaan aman. Pasalnya jika ada kerusakan, walaupun sedikit bisa mengancam keselamatan penumpang. Apalagi jika kerusakan terjadi pada airspeed indicator, efeknya bisa sangat fatal.

“Kalau mesin mati, tapi pesawat masih bisa dikendalikan, yang akan terjadi seperti yang ada di film Sully, bisa mendarat di air dan utuh. Tapi kalau pesawat hidup, kendali mati, ya sulit,” pungkasnya. (sat/JPC)