Miris! Warga Makassar Rogoh Kocek Untuk Air Bersih

12 views

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Ketersediaan akan air bersih menjadi hal yang prioritas di kehidupan masyarakat. Namun hal itu kadang menjadi kendala khususnya di wilayah perkotaan.

Seperti yang dialami warga kelurahan Camabayya Kecamatan Ujung Tanah kota Makassar. Dalam memperoleh air bersih, mereka harus merogoh kocek ribuan rupiah. Apalagi ditambah dengan kondisi air sumur yang asin dan keruh.

“Sudah puluhan tahun kami tidak memperoleh air bersih, itupun air bersih diperoleh dengan membeli, dimana harga air tersebut sekitar 1000 sampai 1500 per jerigen dengan isi sampai 20 liter. Kondisi air sumur agak asin dan keruh, jadi setiap pagi kami proses dulu air tersebut sampai jernih barulah kami gunakan,”kata Daeng Kebo salah satu warga Kelurahan Cambayya, Minggu (12/8/18).

Hal senada diungkapkan Lurah Cambayya, Sember Pambahako. Menurutnya, Kelurahan cambayya memang ini kekurangan air bersih dikarenakan suplai dari PDAM itu sendiri tidak mampu mendorong air ke wilayah tersebut. Bahkan sebelumnya ada bantuan dana berupa  dana care yang diberikan kepada masyarakat agar mudah memperoleh air bersih, akan tetapi air dari PDAM sendiri tidak mampu melakukannya.

“Sebenarnya kondisi air tergolong cukup bersih, karena memang ini daerah timbunan atau reklamasi dekat dengan laut, dan masyarakat yang menggali sumur pasti asin airnya. Sehingga yang diharapkan supali air dari PDAM.

Dikatakan Sember, bahwa air dari PDAM tidak mampu menjangkau ke wilayah tersebut, karena masyarakat makin bertambah yang membuat volume air yang diserap di Keluarahan Cambayya sangat banyak. Selain itu, adanya komplek angkatan laut memungkin suplai air ke kompleks tersebut diprorietaskan, sehingga untuk ke masyarakat itu termasuk berkurang.

“Termasuk jaringan lama, karena kita tidak tahu jangkauan air itu sampai dimana hanya PDAM yang tahu. Air yang dibeli masyarakat itu juga dari PDAM cuma ada dibeberapa titik, jadi masyarakat yang mendapatkan aliran air itu kemudian menjual ke masyarakat lagi dan hasilnya itu mereka bayar ke PDAM,”lanjutnya.

Selain itu, Pihak kelurahan juga sudah mendapat bantuan dari dinas prasarana umum (PU) bahwa akan dilakukan pengeboran sumur di kantor lurah. namun realisasinya sampai sekarang belum jelas.

“Yang paling membutuhkan sulpai air itu RW 2,3, dan 4. Ada beberapa lokasi yang sudah mendapatkan bantuan pipa induk dari walikota, tapi di wilayah Cambayya ini belum mendapatkan,”terangnya.

“Jadi kami harap kedepannya pihak yang terkait yaitu dinas PU dan PDAM bisa menjembatani dalam memperoleh air bersih dengan pengadaan pipa induk, atau bisa juga dengan program Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat  (Pamsimas),”pungkas Sember. (sul/fajar)