MUI: Khutbah Idul Fitri Jangan Sampai Berbau Pesan Politik Praktis

21 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah telah menetapkan 1 Syawal 1439 Hijriah jatuh pada Jumat (15/6) esok. Sehingga, umat Islam Indonesia akan serentak merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan mengelar Salat ied secara berjamaah.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin meminta muballigh untuk tidak menyampaikan khutbah Idul Fitri berisi pesan politis. Hal ini lantaran berdakatan dengan kontestasi Pilkada serentak di 171 daerah.

“Kami harap khutbahnya itu jangan membawa kepada suasana politik praktis. Jangan sampai menyampaikan ajakan-ajakan yang bersifat politik praktis,” kata Kiai Ma’ruf di Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/6).

Menurut Kiai Maruf, umat Islam Indonesia memiliki pilihan politik yang berbeda-beda. Sehingga materi khutbah yang bernuansa politik akan merusak suasa di hari nan fitri tersebut.

“Sebab di dalam jamaah kita itu warna politiknya macam-macam sehingga jangan sampai khotbah itu dijadikan ajang penyampaian politik praktis. Kalau tidak, itu nanti bisa merusak suasana,” urainya.

Rais Aam PBNU itu berharap, momentun Idul Fitri 1439 H dijadikan momentum dalam membangun suasana kebangsaan yang lebih baik lagi.

“Mudah-mudahan Idul Fitri kali ini memang benar-benar kita jadikan momentum untuk membangun suasana yang lebih baik lagi,” pungkasnya. (rdw/JPC)