Ngabalin Bilang Mudik Lancar Jokowi Tepati Janji, Harus 2 Periode; Begini Sindiran Telak Suryo Prabowo

Opini Bangsa – Kelancaran mudik lebaran melalui jalur darat, terutama Tol Trans Jawa, diapresiasi sejumlah masyarakat. Bahkan ada pihak yang menyangkutkan kelancaran mudik kali ini dengan Pilpres 2019, yakni Presiden Joko Widodo dua periode.
Menanggapi hal tersebut, Staf Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin tak menampik kelancaran mudik tahun ini akan dikaitkan dengan politik. Namun, ia menilai apresiasi tersebut muncul lantaran masyarakat merasakan kerja dari Jokowi.
“Ya kalau ada masyarakat yang ada punya apresiasi, enggak boleh tidak, ini harus dua periode, orang baik kerja, orang jujur, beliau menepati janjinya,” kata Ngabalin kepada kumparan, Rabu (13/6).
Meski begitu, politikus Golkar itu menegaskan menyerahkan penilaian kinerja pemerintahan Jokowi kepada masyarakat.
“Kalau masyarakat apresiasi atas kerja-kerja itu dengan memilih kembali Pak Jokowi, ya alhamdulillah. Yang pasti itu, tadi saya bilang, bagaimana masyarakat punya pandangan kan,” jelas Ngabalin.
Secara pribadi, ia menyampaikan menghendaki Jokowi kembali memimpin di periode 2019-2024. Harapan itu karena Ngabalin melihat kerja Jokowi untuk masyarakat.
“Kalau saya sendiri punya penilaian, tentu punya subjektivitas yang tinggi, karena memang saya menghendaki agar Bapak Jokowi itu tetap memimpin nanti sampai 2019-2024. Tentu saya menghendaki begitu, karena beliau kan bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya seperti dikutip dari kumparan.
Sementara itu, kabar terbaru yang terjadi ternyata malah macet parah.
Macet parah, diberlakukan one way terpanjang 182 Km dari tol Cikampek hingga Kanci
Semakin malam kemacetan akibat tingginya volume kendaraan pemudik tidak hanya terjadi di Jalan Tol Jakarta – Cikampek tapi hingga tol Cikopo – Palimanan atau Cipali. Pihak Kepolisian dan PT. Jasa Marga memberlakukan sistem satu arah atau one way mulai Tol Cikampek Kilometer 53 dan Tol Cipali hingga Kanci. Ini menjadi catatan sejarah one way terpanjang yakni 182 kilometer (Km).
Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya mengatakan, Kepolisian Daerah Jawa Barat memberlakukan sistem satu arah sepanjang Tol Cikampek sampai Tol Cipali. Rekayasa arus Lalu lintas sistem satu arah dilakukan untuk mengurai kemacetan akibat meningkatnya kendaraan pemudik dari Jakarta mengarah Jawa Tengah.
“Sejak pukul 16.45 Wib sudah dilakukan one way dari Tol Cikampek di Km 53 sampai Tol Kanci Km 235,” kata AKBP Slamet Waloya. Rabu (13/6) malam.
Dari pantauan merdeka.com arus kendaraan pemudik dari arah Jakarta menuju Pantura masih mengular di sepanjang ruas Tol Cikampek hingga Tol Cipali.
Dengan diberlakukan satu arah dari jakarta, otomatis tidak ada satupun kendaraan yang melintas dari arah Cirebon menuju Jakarta. Semua dialihkan melalui jalur Pantura.
Pihak kepolisian berharap penerapan sistem satu arah ini bisa mengurai kepadatan kendaraan di ruas Tol Cikampek hingga Tol Cipali.
“Semoga dengan dilakukan one way panjang dapat menguras arus lau lintas orang melakukan perjalanan mudik dari Jakarta menuju Jawa Tengah melalui Cikarang – Tol Cikampek – Cikopo – hingga Tol Kanci Utara, masuk Cikampek, Cikopo, Cipali, keluar Tol Kanci Km 235,”terang Kapolres Karawang.
Slamet Waloya berharap para pemudik tetap berhati-hati saat berkendara dan mematuhi aturan lalu lintas demi kenyamanan serta keamanan saat mudik ke kampung halaman.
“Berharap pemudik tetap hati-hati, jangan kebut-kebutan. Jaga keselamatan, taati peraturan lalu lintas, selamat sampai tujuan,” ucap Slamet seperti dikutip dari merdekacom.
Menanggapi hal itu, Suryo Prabowo melontarkan sindiran telak melalui akun twitternya.
Author: 
    author