Orang Tua Mengadu Polisi, Video Anaknya Viral Bukan Video Mesum

80 views

FAJAR.CO.ID, SAMPIT–Polisi bergerak cepat menyikapi video viral yang diduga melakukan adegan mesum. Dua remaja yang tampak di dalam video tersebut, ternyata masih berstatus pelajar SMP. Mereka adalah DK (15) dan AO (15). Kemarin keduanya didampingi orang tua masing-masing, sudah memberikan klarifikasi di ruang Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polres Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (26/2).

AO menceritakan, saat itu sedang jogging pagi. Dirinya bersama DK hanya melihat foto-foto di handphone (HP). AO membantah dirinya bersama DK melakukan hal-hal yang tidak pantas. AO mengaku kaget, setelah videonya viral dan disebut-sebut melakukan perbuatan tak senonoh.   “Makanya saya kaget dan merasa malu. Yang pastinya nama baik sekolah, nama baik saya, nama baik keluarga tercoreng, padahal itu tidak benar,” ucap AO di Unit PPA Polres Kotim.

Bahkan pada detik kesembilan menuju detik kesepuluh tersebut, terlihat di video AO menurunkan kepalanya ke bawah lantaran melihat foto yang ada di HP tersebut. Kemudian tiba-tiba ada chating masuk di HP, sehingga ia menunduk untuk melihat pesan yang masuk tersebut. “Karena ada chat masuk, makanya saya mendekat untuk melihat. Di sana saat itu ramai, banyak orang juga,” ujar AO.

Bahkan ia mengatakan, dirinya mengetahui video tersebut pada hari Minggu sekitar pukul 13:00 WIB dari temannya dan melihat media sosial untuk mencari tahu tentang video tersebut. Namun video telah dihapus. Bahkan guru-gurunya mengetahui video tersebut, dan saat masuk sekolah, ia dipanggil guru.  “Maunya yang menyebar video bertanggung jawab, minta maaf, karena dia yang menyebar video, dan nama saya di sekolah sudah kurang baik di mata guru-guru,” harapnya.

Sementara orang tua DK berharap penyebar video tersebut bisa diproses. “Kasian nama anak-anak jelek, sekolah jelek, karena banyak orang juga mengenal pelaku dalam video,” keluh orang tua DK.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Kotim AKP Samsul Bahri menerangkan, bahwa video yang beredar itu bukan video asusila, melainkan dua remaja yang tengah melihat foto-foto di dalam handphone.  “Itu bukan asusila, kami dari Polres Kotim sudah memanggil pemuda-pemudi yang ada di lapangan tersebut untuk dimintai keterangan,” ucap kasatreskrim. (*ais/ala)

Incoming search terms: