PDIP Butuh Golkar, Peneliti: Airlangga Kandidat Kuat Dampingi Jokowi

17 views
FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Approaching political (pendekatan politik) yang dilakukan Jokowi saat menerima kunjungan Ketua Umum (ketum) Partai Golkar (PG) di Istana Bogor, sungguh mumpuni.
Hampir semua ketua partai pendukung pemerintah sudah merapat ke istana bahkan telah melakukan komunikasi politik dengan Jokowi
Peneliti dan pengamat dan peneliti politik Indonesian Public Institute (IPI), Jerry Massie mengatakan apa yang dilakukan Jokowi sudah tepat. Golkar merupakan partai besar dan punya power. Apalagi jumlah kursi mereka (91) kursi) di DPR di bawah PDI-P (109 kursi).
Setidaknya ini sinyal positif bagi Golkar dimana potensi dan peluang Airangga di calonkan cukup kuat. Memang, kata Jerry, selain Airlangga ada nama lain yang cukup mumpuni bersanding dengan Jokowi yakni Rizal Ramli.
“Rizal punya kans besar dicalonkan PDI-P, melihat kedekatannya dengan partai Moncong putih ini,” katanya di Jakarta, Minggu (25/3).
Untuk Airlangga, lanjut Jerry, Golkar harus gencar melobi Hanura, Nasdem,  Perindo, PSI bahkan PDI-P.
“Soalnya mereka harus berembuk dengan para partai pengusung Jokowi untuk menentukan pilihan. Beda jika Airangga di luar partai. Memang di Golkar ada Menteri Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Menteri Sosial, Idrus Marham yang setidaknya punya peran dikabinet,” jelasnya.
Jerry menilai aura politik Airlangga berkepribadian santun dan legowo dan santun barangkali mampu memikat hati Jokowi. Namun apakah dirinya akan dipinang maka perlu waktu panjang sesuai mekanisme.
Setidaknya jika dua raksasa bergabung yakni PDI-P dan Partai Golkar maka akan sulit dilawan. Jika digabungkan PDI-P 27 persen dan Golkar 12 persen maka suara keduanya sudah 39 persen dan ini sudah melebihi ambang batas.
 “Memang Airlangga diuntungkan dengan figur yang bersih dan juga punya track record yang baik,’ ungkapnya.
Jika keduanya bertandem maka suku sesama Jawa. Ini beberapa kali terjadi terakhir SBY – Boediono.
“Siapa tahu 3 nama cawapres PDI-P ada nama Airlangga Hartarto. Jika Airlangga masuk maka saya prediksi dua nama lainnya, si Rajawali Ngepret Rizal Ramli dan Jenderal TNI (Purn)
 Moeldoko,” ujarnya.
Tapi kata Jerry bisa jadi imaging politik dengan Jokowi menggunakan kaos kuning sebagai isyarat politik dan Airlangga menggunakan kaos putih.
“Mereka menunjukan chemistry politik yang kuat, Jokowi butuh Golkar begitupun Golkar butuh Jokowi,” tutupnya. (Fajar)