Pembalap Asia Kuasai Rute Indah Pantai Trikora Tour de Bintan 2018

44 views

BINTAN – Keindahan Pantai Trikora, mampu membuat peserta lomba balap sepeda Tour de Bintan 2018 terkesima. Pantai Trikora menjadi rute untuk kategori Male Classic dan Female Classic 144 km usia 19-34 tahun, Sabtu (24/3).

Rute indah ini menjadi saksi ketangguhan pembalap sepeda Asia. Kategori Male Classic diraih pebalap asal Singapura Firoz Loh dengan membukukan waktu 3 jam 47 menit 31,09 detik.

Pebalap dari tim TWC Racing berhasil melewati rekan setimnya Teoh Yi Peng dengan catatan waktu 3 jam 47 menit 31,45 detik. Firoz yang memperoleh nomer start 114 mengaku tidak memiliki strategi khusus, ia hanya terus berjuang untuk bisa memenangkan lomba.

Sementara pembalap andalan Indonesia, Yoga Pratama dari ISSI Kabupaten Karimun, finish di urutan ke 11 dengan catatan waktu 3 jam 47 menit 32,887 detik.

“Pertandingan hari ini sangat ketat. Saya bahagia sekali bisa finish terdepan. Rutenya luar biasa. Karena, kami melintasi beberapa view pantai yang sangat indah. Jujur ini kali pertama saya datang ke Bintan untuk ikut lomba ini, walaupun dekat dengan Singapura. Dan tak menyangka bahwa Bintan itu sangat indah,” ujar Firoz Loh yang baru berusia 19 tahun.

Lomba Female Classic usia 19-34 tahun juga tidak kalah menarik. Persaingan ketat diperlihatkan sejak awal. Kategori ini dimenangi pembalap Filipina, Monica Torres, dengan catatan waktu 4 jam 1 menit 45,867 detik. Ia mengalahkan pebalap dari tim Integrated Riding Racing Team asal Singapura Jaqueline Kolb dengan torehan waktu 4 jam 2 menit 52,237 detik.

“Ini sangat luar biasa sekali buat saya. Ya, Bintan itu sangat indah. Ini kali kedua saya ke sini, sebelumnya saya ikut Ironman. Selain diberi view yang indah, sepanjang perlintasan kami disemangati oleh masyarakat yang hadir. Orang-orang di sini sangat ramah dan selalu tersenyum. Dan ini menarik buat saya, seperti berada di negara sendiri, feel like home,” ujar Monica.

Pujian Firoz Loh dan Monica Torres sangat beralasan. Keindahan pantai yang diambil dari sebutan “three coral” itu sudah terjamin keindahannya. Pantai Trikora memiliki garis pantai sepanjang 25 km. Pesonanya adalah hamparan pasir putih yang indah.

Di sisi pantai, dihiasi batu-batu besar yang tersebar di pinggiran lautnya. Tidak heran kalau banyak pantai tersembunyi yang menyimpan keindahan seperti pantai di KM 11 ini.

Pantai Trikora adalah salah satu tempat populer bagi wisatawan. Terutama yang datang bersama keluarga. Baik wisman atau wisatawan nusantara. Bahkan disebut-sebut sebagai salah satu pantai terindah yang banyak dikunjungi wisatawan di Pulau Sumatera.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Top 100 Calender Of Event Indonesia, Esthy Reko Astuti, menilai penyelenggaraan Tour de Bintan sudah semakin profesional.

Apalagi, event sport tourism ini sudah diakui Unite Cycliste Internationale (UCI), federasi balap sepeda dunia. Buktinya, Tour de Bintan dimasukkan sebagai kualifikasi lomba balap sepeda bergengsi, Gran Fondo World Series di Italia, Agustus mendatang.

“Tour de Bintan sudah masuk ke kalender Wonderful Indonesia di Kementerian Pariwisata. Kalender itu menentukan 100 even terbaik di Indonesia. Semoga tahun depan pelaksanaan Tour de Bintan bisa lebih baik lagi,” ucap Esthy yang juga staff Ahli Menteri Pariwisata.

Menteri Pariwisata Arief Yahya ikutan sumringah. Sebab, Tour de Bintan yang dirintis sejak 2010, telah diakui secara internasional. Bahkan ajangnya banyak diminati tim balap sepeda yang berkualitas.

“Selama beberapa tahun terakhir ini kami dapat melihat peningkatan luar biasa pembangunan infrastruktur, sarana prasarana, usaha, dan fasilitas pariwisata di berbagai daerah di Kabupaten Bintan. Arus kunjungan wisatawan ke Kepulauan Riau juga terus menunjukan peningkatan dari tahun ke tahun.

“Tour de Bintan yang terbukti sukses menjadi kekuatan dan pilar yang sangat strategis bagi Kabupaten Bintan. Ke depan, ini akan menjadi instrumen yang memiliki dampak besar untuk pengembangan regional wilayah ini dan daerah atau kabupaten atau provinsi-provinsi sekitarnya,” ucap Arief Yahya.