Penahanan Dirut Abu Tours Ada Kepentingan Tertentu?

34 views

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — pasca penahanan Direktur Utama, (Dirut) PT Abu Tours, Hamzah Mamba, tim Kuasa Hukum pun angkat bicara.

Kuasa hukum PT Abu Tours, Amin Qadier SH, menduga bahwa penahanan Hamzah Mamba merupakan by order atau ada permintaan.

“Kami curiga, penahanan dan penetapan tersangka Hamzah Mamba ada kepentingan tertentu didalamnya (by order),” kata Amin Qadier, saat melakukan pres rilis bersama puluhan agen travel Abu Tours, Minggu (25/3/2018).

By order itu kata Amin Qadier, baru gejala. Tapi indikasi hukumnya belum diketahui, tapi gejala-gejalanya sudah ada.

Bisa jadi ada persaingan bisnis, ada yang menginginkan Abu Tours ini tidak besar, karena Abu Tours mendominasi penyelenggaraan haji dan umrah.

Dalam pandangan pramatours kami menganggap kasus Abu Tours tidak harus melalui proses hukum dulu, karena masih ada alterntif lain yang bisa di tempuh. Karena pihak Abu Tour masih bisa memberangkatkan jamaahnya.

“Sampai hari ini masih ada berangkat. Makanya kita heran ketika abo tours jadi tersangka,” tandasnya.

Ada sekolompok agent lain menjadikan Abu Tours menempuh proses hukum, ini yang buat kita heran.

“Tapi kami akan telusuri dan ungkap siapa dalang dibelakang ini semua,” bebernya.

Sementara beberapa hari lalu kita bertemu dengan Abu Hamsah, berkomitmen untuk tetap memberangkatkan jamaahnya. Meski pemberangkatannya secara bertahap.

“Nah komitmen itu yang kami pegang, tapi setalah Abu Hamsah ditahan di kepolisian maka Abu Hamsah tidak bisa berbuat apa-apa,”tuturnya.

Amin menuturkan itu sebabnya, kami keberatan terhadap pihak lain yang melakukan upaya hukum. Mestinya upaya hukum itu merupakan pilihan terkahir.

Juga menghimbau kepada agent-agent lain agar berkoordinasi atau melebur dengan kami, untuk menutut kepentingan bersama.

“Kemungkinan kami akan melakukan upaya perlawanan hukum yaitu sebagai penggugat intervensi,” pungkasnya.

Bahkan kami akan berupaya untuk mendorong dan mengupayakan untuk melakukan penangguhan penahanan.

Selain itu juga pihaknya selaku kuasa hukum Travel Abu Tours, akan masuk sebagai pihak intervensi karena ada yang ajukan gugatan ke PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang), terkait kepailitan memohon agar aset Abu Tours dijual dan dibagi ke debitur.

Terkait aset yang telah disita oleh pihak kepolisan, kata Amin Qadier, pihaknya tidak bisa mengintervensi kewenangan polisi.

“Kewajiban abu tours adalah memberangkatkan jamaah, karena uang itu distorkan ke agen. Agen tidak menipu jamaah,” tegasnya.

Berdasarkan data Abu Tours di Sulsel ada sekitar 16 ribu yang belum diberangkatkan. Tapi yang berangkat, sudah ada 1000 orang jamaah. Sedangkan 3000 jamaah masih akan diberangkatkan lagi.

Teknis pemberakatannya masih butuh konsultasi dengan Abu Hamsah, “tapi karena dia di tahan jadi kita agak pusing. Bayangan kita untuk pemberangkatan jamaah, pasti ada hitung-hitungan entah itu penambahan uang atau gimana. Nah ditahannya Abu Hamsah, langkah itu akhirnya jalan ditempat,” kilahnya.

Dari kasus Abu Tours ini, Amin menambahkan persaingan usaha memang ada, karena kita lihat Abu Tours hampir mendominasi travel umrah dan haji.

“Seandainya diberi waktu pasti bisa diberangkatkan. Olehnya itu kami akan ajukan penangguhan penahanan. Juga kita akan mengupayakan agar Kemenag  tidak mencabut izin usaha Abu Tours,” tutupnya. (mat/bkm/fajar)