Penculik Bersenjata M16 Bajak Kapal Indonesia di Perairan Malaysia

6 views

FANAR.CO.ID, TANJUNG SELOR – Dua Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban penculikan di perairan laut pulau Gaya Semporna Sabah, Malaysia, Selasa (11/9). Dua korban WNI yang disandera atas nama Samsul Saguni, 40 tahun dan Usman Yusuf, 35 tahun, berprofesi sebagai nelayan Kapal Dwi Jaya 1 yang berasal dari Sulawesi Selatan.

Berdasarkan keterangan saksi bernama Bakri Bin Basir dan Tuba Damar kepada Kepolisian Malaysia mengatakan, dua orang laki-laku dari Filipina membajak Kapala Dwi Jaya 1 menggunakan senjata laras panjang jenis M16.

Pelapor dan rekannya telah berada di perairan Pulau Gaya selama 3 hari untuk menangkap ikan menggunakan kapal milik pengusaha dari Negeri Jiran -sebutan Malaysia yang terdiri dari 15 orang anak kapal (ABK) termasuk juragan.

Semasa kejadian hanya 4 orang yang berada dalam kapal, sementara 11 orang lagi telah turun ke Pulau Semporna menggunakan lightboat untuk mengantar ikan.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara, Brigjen pol Indrajit kepada Bulungan Post membenarkan kejadian tersebut. “Berdasarkan informasi yang kami terima, penculikan terhadap 2 WNI itu benar. Namun, kejadiannya berada di wilayah teritorial negara tetangga Malaysia. Kebetulan saya masih di Jakarta, kasus ini telah diketahui Mabes Polri dan TNI,” ungkapnya melalui sambungan telepon, Rabu (12/9).

Atas kejadian tersebut Kepolisian bersama TNI akan bekerja sama meningkatkan pengamanan perairan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

“Kami akan perketat pengamanan perairan di perbatasan bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut, upaya ini untuk mencegah agar aktivitas kegiatan kelompok bersenjata itu tidak terjadi,” pungkasnya.

Saat ini, pihak keamanan Malaysia sedang menyelidiki kasus tersebut. Dugaan sementara nelayan tersebut diculik oleh kelompok Abu Sayyaf yang sedang mencari tebusan kepada perusahaan dan negara korban penculikan. (*/isa/rio)