Pengakuan Kemendagri soal e-KTP Tercecer di Bogor

25 views
Opini Bangsa – Kementerian Dalam Negeri akhirnya buka suara atas tercecernya Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.
Menurut Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakhrullah, Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang tercecer di Kabupaten Bogor terverifikasi sebagai e-KTP rusak yang jumlah sebanyak satu dus dan seperempat karung.
Ia menegaskan e-KTP sudah diamankan ke dalam gudang penyimpanan milik Kemendagri di Semplak, Kabupaten Bogor. Pengamanan e-KTP tersebut dilakukan oleh petugas Kemendagri dibantu aparat Kepolisian Resor Kabupaten Bogor.
“Semua KTP-el yang jatuh dari mobil pengangkut sudah diamankan bersama masyarakat dan dikembalikan ke mobil pengangkut untuk lanjutnya dibawa ke gudang penyimpanan di Semplak, disaksikan oleh petugas Kemendagri yang ditugaskan,” terang Zudan melalui keterangan resmi diterima CNNIndonesia.com, Minggu (27/5).
Ia juga menjelasan bahwa e-KTP yang invalid itu memang sedang dipindahkan dari gudang sementara e-KTP di Pasar Minggu, Jakarta Selatan menuju gudang Kemendagri di Semplak.
Setelah tercecer di jalan, lanjut dia, pengamanan e-KTP dilakukan oleh Sekretaris Ditjen Dukcapil Kemendagri I Gede Suratha beserta jajaran Kepolisian Sektor Kemang dan Polres Kabupaten Bogor.
Tim yang berada di lapangan pun tidak menghitung jumlah kepingan e-KTP yang berceceran di jalan lantaran kini sudah bergabung dengan e-KTP rusah lainnya.
“Saat ini permasalahan ditangani Polres Kab Bogor dan rencananya pagi ini beberapa staf yang mengawal barang tersebut dan sopir akan diminta keterangan,” pungkas dia.
Kabar tercecernya KTP ini beredar luas di media sosial. Diduga KTP yang tercecer di Jalan Salabenda, Kabupaten Bogor itu berjumlah ratusan hingga ribuan eksemplar.
Laporan sejumlah media membenarkan peristiwa ini berdasarkan keterangan warga sekitar.
Diduga, KTP ini terjatuh dari sebuah truk yang sedang melintasi kawasan tersebut. Warga sekitar menemukannya. Sementara dari foto yang beredar, salah satu KTP tersebut berasal dari Sumatera Selatan.
“Jumlahnya paling ratusan. Dikawal oleh truk Kemendagri jadi barang jatuh yang jadi ribut ini ketika kami ambil barangnya lalu difoto orang, jadi dibumbui macam-macam, terus pada share (bagikan) enggak konfirmasi. Ini bukan hanya KTP rusak, dokumen, lemari rusak, dan satu truk dan ini dilakukan rutin berapa bulan sekali,” ucap Zudan.
CNNIndonesia.com menghubungi Kapolsek Kemang Kompol Ade Yusuf untuk menanyakan kebenaran hal ini. Namun yang bersangkutan menolak memberi keterangan dengan alasan tidak memiliki kewenangan.
“Silakan langsung ke Bapak Kapolres. Saya tidak ada kewenangan membuat statement,” kata Ade melalui pesan singkat Sabtu (26/5) malam. [opini-bangsa.com / cnn]