Penista Agama Dijebloskan ke Bui

3 views

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN  –  Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana membenarkan adanya sekelompok warga yang mengadu dugaan penistaan agama melalui media sosial (medsos) Facebook (FB). Kejadian ini diduga dilakukan seorang pria berinisial D.

“Benar, yang bersangkutan sudah kami amankan,” sebutnya, Jumat (6/4). Seputar penistaan agama ini bermula dari unggahannya ke FB kemudian menyebar lagi ke WhatsApp pada Selasa (3/4) lalu. Kemudian, pesan berantai ini diterima oleh warga lain.

Mendapat posting-an yang berbau menistakan agama, warga pun membuat pengaduan resmi ke Polres Balikpapan Selasa (3/4) lalu. Kelompok masyarakat lainnya juga mengadu namun ke Polda Kaltim. “Karena awalnya sudah lapor ke Polres, jadi yang menangani Polres Balikpapan,” kata Ade.

Pemeriksaan pun dilakukan dan penyebarnya setelah ditelusuri warga Jalan Soekarno-Hatta Km 2, Balikpapan Utara. “Anggota mengamankan berikut barang bukti handphone dan pesan tersebut,” tuturnya.

Posting-an diketahui berisi perkataan menyudutkan hingga menghina. “D sudah ditahan. Motifnya terus kami dalami,” kata Ade.

Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltim Kombes Pol Yustan Alpiani menambahkan, jajarannya terus melakukan patroli di dunia maya. Sasarannya, pornografi, penistaan agama, SARA, dan kejahatan lain.

Dia mengimbau masyarakat bisa lebih hati-hati ketika bertransaksi online ataupun menyebar berita bohong. Ketika ada yang dirugikan, pihaknya menunggu laporan. “Kalau ada laporan, bisa diproses,” ujarnya.

Perwira melati tiga itu juga berharap, kebiasaan menyebar kabar bohong (hoax) ke media sosial (medsos) dihentikan. Meski sekadar iseng mendistribusikan ke dunia maya, harus siap-siap didenda Rp 750 juta sampai Rp 1 miliar.

Jika tak mampu membayar, maka harus menjalani kurungan penjara empat tahun. “Kalau dapat pesan berantai yang sekiranya hoax, jangan sembarang di-forward. Laporkan ke polisi,” pesannya.(aim/one/k15)