Perdana Bicara Sebagai Pimpinan MPR, Muzani Singgung Potensi Laut Sulut

11 views

FAJAR.CO.ID, MANADO – Potensi kelautan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) harus mendapat perhatian Pemerintah Pusat. Pasalnya, wilayah yang berbatasan langsung dengan Negra Filipina ini memiliki potensi yang cukup besar dalam perikanan.

Salah satu terobosan besar yang pernah dilakukan oleh wilayah diuujung Pulau Sulawesi ini, yakni melkukan ekspor ika tuna dalam bentuk kemasan kaleng ke negara Israel beberapa tahun lalu. Namun, keberhasilan tak menjadi perhatian dari Pemerintah, hingga potensi keluatan di Sulut perlahan mulai berkurang.

Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Muzani dalam sambutannya saat menggelar diskusi bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang diwakili oleh Kepala Bappeda Sulut Rikki Tumando, anggota MPR lainnya, Ayub Khan Partai Demokrat, Andi Akmal Pasluddin PKS, Yanuar Prihatin PKB dan Abdurrahman Abu Bakar Bahmid dari DPD, dan wartawan Parlemen dalam acara Gathering MPR RI, di Kota Manado, Jumat (13/4) meminta agar masalah potensi perikanan, kelautan dan pariwisata di Sulawesi Utara ini menjadi perhatian semua pihak.

“Ini tanggung jawab kita bersama, sehingga penting ada pandangan dan cara yang sama jika sudah ke lapangan. Dulu, potensi laut kita ada di halaman belakang pembangunan kita,” kata Muzani.

Tidak ada pihak manapun bisa membantah Indonesia adalah daerah dengan potensi perikanan terbesar di dunia. Untuk itu, masalah perikanan dan pariwisata di daerah Sulut menjadi tanggung jawab bersama untuk menghilangkan kemiskinan di daerah pesisir, terutama buat para nelayan.

“Jadi, bagaimana mendorong pembangunan kelautan yang bertumpu pada sektor maritim yang semakin baik. Akan menjadi catatan penting dalam mendorong pembangunan kekuatan yang tumbuh pada sektor maritim,” ujar Sekjend Partai Gerindra itu.

Menurut Muzani, poetnsi wisata adalah sektor paling sensitif kalau negara tak memberikan perhatian. Pasalnya, para turis akan menjadikan satu tempat sebagai destinasi wisata mereka, bila lokasi itu bersih dan keamanan terjamin.

“Sektor wisata adalah sektor paling sensitif, kalau negara gak aman, maka turis tak akan datang. Jaminan keamanan diutamakan, dan juga masalah kebersihan menjadi poin penting. Bila kotor, maka tak akan dikunjungi,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Muzani mengakui baru pernah berbicara di hadapan publik sebagai pimpinan MPR pasca dilantik sebagai Wakil Ketua MPR RI pada, 26 Maret 2018 kemarin. “Saya senang, ini tidak bicara koalisi, tidak bicara Pilpres, tetapi bicara Manado dalam press gathering. Ini perdana bicara sebagai Pimpinan MPR,” tutup Muzani. (Aiy/Fajar)