Persis: Undangan Israel ke Staquf Diduga untuk Memecah Belah

16 views

Opini Bangsa – Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Islam (Persis) menilai undangan Israel ke Yahya Cholil Staquf merupakan upaya memecah dukungan Indonesia untuk Palestina.
“Nampaknya Israel ingin ada dukungan Indonesia. Karena selama ini Indonesia konsen terhadap pembelaan negara Palestina merdeka,” kata Ketua Bidang Tarbiyah PP Persis Irfan Safrudin kepada Republika.co.id, Rabu (13/6).
Ia mengatakan, pada prisipnya Islam mengajarkan untuk berdamai dengan siapapun. Dialog agama adalah salah satu hal yang bisa menjembatani perdamaian itu. Dengan demikian, dialog antaragama memang diperlukan untuk memberi kontribusi pada perdamaian dunia.
Sehingga, ia mengatakan, apabila keberangkatan Staquf bertujuan untuk menghadiri dialog agama, hal itu bisa diterima. Sayangnya, ia mengatakan, undangan tersebut bukan berupa dialog antaragama, tetapi lebih bersifat politis.
Apabila menimbang mudharat dan maslahat terkait keberangkatan Staquf, Irfan menilai lebih banyak mudharat-nya. Sebab, menurut dia, kedatangan Staquf bersifat politis. Padahal, sampai saat ini tidak ada niatan Israel memberi hak hidup pada rakyat Palestina.
“Malah sekarang semakin menjadi dengan menjadikan Yerusalem sebagai ibukota Israel. Jadi dari segi kebaikan, belum terlihat,” ujar dia.
Irfan memandang tak akan ada dampak signifikan atas kedatangan Staquf ke Israel dari segi politik. Apalagi, jika Staquf tidak mengatasnamakan Indonesia. Terkait dirinya yang menjadi anggota Dewan Petimbangan Presiden (Watimpres), ia menilai hal itu bukan jabatan prestisius.
Irfan lebih memandang langkah Staquf itu telah mengecewakan sebagian besar warga Indonesia dan menyakiti hati rakyat Palestina. Ia enggan mengomentari langkah apa yang harus diambil pemerintah menyikapi permasalahan itu. Namun, ia menegaskan selama ini Pemerintah Indonesia memiliki sikap jelas dan tegas mendukung negara Palestina merdeka.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, kepergian Yahya Cholil Staquf ke Israel menghadiri dan menjadi pembicara dalam acara American Jewish Committee (AJC) Global Forum akhir pekan kemarin bukan bagian dari diplomasi Pemerintah Indonesia. Dia berangkat atas urusan pribadi karena memang undangan tersebut sudah lama dipersiapkan.
Meski demikian, Jokowi memastikan bahwa apa pun yang disampaikan Yahya dalam forum tersebut, Pemerintah Indonesia tetap memegang teguh pendirian dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Bahkan, menurut informasi yang diterima Jokowi, Yahya dalam forum ini juga ikut serta mendorong perdamaian Palestina. [opini-bangsa.com / replubika]