Pidato ‘Tampang Boyolali’ Prabowo, JK: Kampanye Jangan Berbuat Salah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pidato Prabowo Subianto, yang menyebut orang Boyolali tak akan diterima di hotel mewah lantaran tak punya tampang orang kaya, menjadi polemik. Reaksi negatif banyak ditunjukkan publik kepada calon presiden nomor urut 02 itu.

Menanggapi polemik tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pun ikut angkat suara. Menurutnya, baik-buruknya tindakan kandidat di masa kampanye akan mendapat penilaian dari masyarakat.

“Seperti yang selalu saya katakan, dalam pemilu kampanye itu orang akan memberi apresiasi atau mendapat poin kalau dia benar. Tapi, akan kehilangan poin apabila dia berbuat salah,” kata JK.

Politikus Partai Gokjar itu menganalogikan kampanye seperti pertandingan bulutangkis. Jika permaiannya bagus, maka poin demi poin akan diraih oleh seorang pemain.

Namun sebaliknya, apabila si pemain tidak bermain maksimal, otomatis poin pertandingan menjadi milik lawannya.

“Saya contohkan bulutangkis. Begitu smash masuk, nah itu poin. Terlalu hati-hati atau salah, lawan yang akan dapat poin,” sambungnya.

Oleh sebab itu, JK berpesan bahwa selama kampanye sebaiknya menghindari kesalahan. Hal itu demi meraih kemenangan di Pilpres 2019.

“Karena itu, maka kampanye itu jangan berbuat salah,” pungkasnya. (sat/JPC)