PNS Membusuk di Kamar Setelah Tiga Tahun Hidup Kesepian

10 views

FAJAR.CO.ID — Alpius Sappe SH (64), warga Desa Tanete, Kecamatan Walenrang Timur (Waltim), Kabupaten Luwu, Sulsel, yang ditemukan tewas membusuk di dalam kamarnya ternyata hidup kesepian.

Korban pernah ikut istrinya di Jakarta, namun tidak betah sehingga korban memutuskan untuk pulang ke kampung halaman.

Selama tiga tahun tinggal menyendiri, korban diselimuti beban komplikasi penyakit tanpa ada yang mengurus dan memperhatikan hingga akhirnya almarhum ditemukan membusuk di dalam kamar rumahnya.

“Tiga anaknya semua di luar daerah, ada di kupang, di Irian dan di Papua. Memang selama tiga tahun ini almarhum kesepian,” ucap kerabat dekat almarhum, Albert, kepada Palopo Pos, Minggu 8 April lalu.

Korban diketahui merupakan pensiunan PNS Kabupaten Luwu.

Korban pertama kali ditemukan di dalam kamar rumahnya dalam keadaan sudah meninggal oleh sepupunya Melson (43) berpekerjaan petani, alamat Dusun Fajar, Desa Tanete Kecamatan Waltim dan keponakan almarhum Jais (23) profesi Anak Buah Kapal (ABK) beralamat sama dengan almarhum dan Melson.

Sudah sepekan, Almarhum tidak pernah keluar dari rumahnya. Sedang pintu rumah terlihat dalam keadaan terkunci dari dalam.

Setiap warga yang melintas di rumah almarhum, bau menyengat begitu terasa. Hingga akhirnya dua warga menyampaikan hal itu ke Melson dan Jais dan keduanya pun bergegas ke rumah almarhum kemudian mendobrak dari luar pintu rumah.

Begitu masuk ke dalam kamar, jasad pria yang hanya tinggal seorang diri di rumah itu, posisinya terlentang di kasur kamarnya dengan kondisi sudah membusuk dan dipenuhi belatung.

Berselang beberapa saat kemudian aparat kepolisian Polsek Walenrang dipimpin langsung Kapolsek Walenrang AKP Rafli SSos MH, bersama petugas kesehatan dari Puskesmas Walenrang, tiba di lokasi kemudian melakukan visum.

Informasi yang berhasil dihimpun Palopo Pos di lokasi penemuan mayat menyebutkan, korban memiliki riwayat penyakit komplikasi termasuk asma, asam urat dan gula.

Almarhum masih punya istri sah tetapi tinggal di Jakarta. Kemudian korban juga memiliki tiga orang anak namun semuanya berada di luar daerah mencari nafkah.

“Terkahir kalinya keluarga dan masyarakat sekitar melihat almarhum di salah satu pernikahan keponakannya. Setelah itu dia (almarhum) tidak pernah lagi kelihatan. Memang, ada riwayat penyakit,” kata Kades Tanete Alfaris, kepada Palopo Pos, di TKP, kemarin.

Sementara itu, Kapolsek Walenrang, AKP Rafli SSos MH, mengatakan, meninggalnya pensiunan PNS itu, murni karena penyakit.

Setelah dilakukan pemeriksaan medis, tidak terdapat luka atau tanda kekerasan di tubuh korban.
Diperkirakan mayat korban diperkirakan sudah kurang lebih seminggu lamanya terbujur kaku di dalam kamar. “Hasil pemeriksaan medis menyebutkan korban meninggal karena penyakit,” terangnya. (ded/him)