Polisi: Remaja Penghina Presiden Jokowi Bukan Tersangka

14 views

FAJAR.CO.ID — Kasus penghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) memasuki babak baru. Namun, RJ, remaja 16 tahun itu disebut aparat kepolisian bukan tersangka atas penghinaan terhadap orang nomor satu di Indonesia itu.

Padahal, dalam video yang viral, RJ bisa dikenakan Undang-Undang ITE.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyebut status remaja penghina Presiden Joko Widodo (Jokowi), RJ, 16, bukanlah tersangka. Anak itu termasuk pelaku atau anak yang berkonflik dengan hukum.

“Anak sebagai pelaku bahasa undangnya di UU Sistem Peradilan Anak,” ujar Argo saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (26/5).

Seperti yang dikatakan Argo, penentuan status itu mengacu pada Undang-Undang 12/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Dalam Pasal 1 disebutkan, anak yang berhadapan dengan hukum adalah anak yang berkonflik dengan hukum, anak yang menjadi korban tindak pidana, dan anak yang menjadi saksi tindak pidana.

Maka, RJ dalam kasusnya disebut anak yang berkonflik dengan hukum. Sebagaimana dijelaskan, anak yang berkonflik dengan hukum yang selanjutnya disebut anak adalah anak yang telah berumur 12 tahun, tetapi belum berumur 18 tahun yang diduga melakukan tindak pidana.

Menurutnya, perlakuan kepada tersangka atau orang dewasa dan anak yang berkonflik dengan hukum memiliki perbedaan. Misalnya, diversi yakni pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

“Kalau orang dewasa tersangka tetapi dalam uu perlindungan anak disebut anak sebagai pelaku. Perlakuan juga berbeda untuk hukuman anak,” jelasnya.

Dalam Undang-Undang, peradilan anak memiliki keistimewaan, di antaranya penyidik adalah penyidik anak, penuntut umum adalah penuntut umum anak, hakim adalah hakim anak, hakim banding adalah hakim banding anak, serta hakim kasasi adalah hakim kasasi anak.

Namun, terlepas dari hal itu, peradilan bagi RJ terus berlanjut. “Proses hukum tetap berjalan,” pungkas Argo.

Sebelumnya, dalam akun Instagram bernama @jojo_ismayaname, video berdurasi 19 detik itu seketika menjadi viral. Tanpa mengenakan busana, pemuda tersebut memegang foto Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan melontarkan hinaan bahkan ancaman.

Bahkan, dia menantang orang nomor satu di Indonesia itu untuk menemukan dirinya. Jika tidak ditemukan dalam 24 jam, maka dia menganggap Jokowi telah kalah dalam taruhan yang dibuatnya itu. (yes/JPC)