Politisi PDIP Kritisi Jubir Pemerintah yang "Over Dosis" Hadapi Kritikan Oposisi

Opini Bangsa – Politikus PDIP Efendi Simbolon meminta semua pihak untuk mengendalikan diri agar suasana di masyarakat yang panas dalam menghadapi pemilu legislatif dan presiden 2019 dapat dikendalikan.
“Jadi terus terang, suasana ini harus ada yang bisa kembali untuk menarik diri dari suasana yang semakin memanas, karena kita semua mengatakan, keadaan ini tidak menguntungkan bagi bangsa,” kata anggota DPR RI dari Fraksi PDIP di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan, suasana tegang yang dibangun kedua kubu berbahaya bila kemudian menyeret ke dalam pertarungan.
Untuk itu, semua pihak diminta untuk dapat menahan diri dan menjauhkan diri dari menyeret massa ke dalam pusaran konflik.
Para tokoh juga diminta menempatkan diri untuk menjadi panutan di bawahnya, sehingga suasana panas tidak merambat ke bawah.
Ia mengatakan, panasnya situasi saat ini hanyalah masalah komunikasi yang kurang terbangun diantara kedua belah pihak.
Ia juga mengkritisi adanya juru bicara pemerintah yang bereaksi berlebihan terhadap pernyataan maupun kritikan oposisi.
“Kami PDI pernah 10 tahun oposan, ya pasti kita melakukan selalu reaksi yang sifatnya melakukan koreksi, tapi di sisi lain yang dikoreksi sepanjang itu bener, ya kenapa harus diboikot dengan cara yang galak, menggunakan jubir-jubir yang over dosis semua,” katanya.
Menurut dia, oposisi adalah hal yang wajar untuk melontarkan pernyataan-pernyataan yang tidak sepakat dengan pemerintah. Namun demikian, tidak berarti hal itu kemudian didorong menjadi skema pertarungan antar kubu yang menyeret banyak pihak.
Ia mengatakan, bila semua pihak terus larut dalam skema pertarungan, maka akan membahayakan bagi bangsa dan negara. [opini-bangsa.com / antara]