Polri, BIN dan BNPT Kecolongan, Aktivis HMI Ini Sarankan Urusan Teroris Diserahkan ke TNI

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Aksi teror yang berlangsung secara beruntun di tiga tempat berbeda menandakan kerja Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Nasional Penagggualangan Teroris (BNPT) dan Polri perlu dipertanyakan.

Parahnya, kejadian-kejadian teror ini berlangsung tanpa diketahui oleh aparat keamanan yang bertugas menangani masalah tersebut.

Ativis Himpunan Mahasiswa islam (HMI), Mahpuddin meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus tegas terhadap anak buahnya yang sudah dipercayakan menangani masalah terorisme ini. “Seharusnya Presiden tegas dalam hal menjaga keamanan Nasional, itu sesuai dengan program nawacitanya. Kita tidak menyangkan kejadian tersebut, dan ini murni kelemahan kerja Intelejen dan kegagalan BNPT dalam memberantas paham radikalisme,” kata Mahpuddin lewat rilisnya ke Fajar.co.id, Kamis (17/5).

Mantan Presiden UIN Alauddin Makassar itu juga menyoroti aksi teror yang terjadi di markas elit kepolisian, Mako Brimob antara Anggota Densusu 88 dan narapidana terorisme (Napiter).

“Menjelang bulan puasa ini kita berharap Presiden wajib mengepaluasi dan mengganti aparatnya yang kurang memahami tupoksinya. Coba aja lihat dibeberapa titik yang digrebek setelah terjadi korban. Mengapa tidak ada tindakan prepentif, itu yang sangat disayangkan,” jelasnya.

Tokoh muda asal Sulawesi Selatan ini menyarankan agar Presiden bisa mengijinkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk terlibat langsung, atau memberika kewenangan kepada mereka memberantas terorisme di Indonesia. “Urusan teroris itu serahkan ke TNI saja. Asumsinya sederhana, jika teroris itu ancaman dari luar maka yang faham adalah TNI,” sarannya. (Aiy/Fajar)

Author: 
    author