Prabowo Diarak Telanjang Dada, Gerindra: Insya Allah seperti Putin

41 views

FAJAR.CO.ID — Kepastian Prabowo Subianto menerima mandat sebagai calon presiden (capres) dari Partai Gerindra memunculkan kejutan tambahan lewat aksi telanjang dada. Aksi tersebut juga dikait-kaitkan dengan aksi telanjang dada yang dilakukan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Gaya Prabowo yang diarak usai gelaran Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Gerindra terekam dalam sebuah video telepon seluler.

Dalam video itu, tampak Prabowo digotong sejumlah kader muda Partai Gerindra, setelah memastikan menerima mandat untuk maju sebagai capres. Aksi itu menjadi viral setelah tersebar di berbagai media sosial dan media online.

Saat dikonfirmasi, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria membantah jika aksi telanjang dada Prabowo itu dilakukan meniru Putin. Menurut dia, hampir setiap hari kediaman Prabowo di Bojongkoneng, Gunungputri menggelar diklat kepada pemuda. Mereka diberi materi terkait ideologi partai dan materi kebangsaan.

“Para kader juga dilatih fisik dan mental, untuk memberi jiwa korsa,” ujarnya saat dihubungi.

Kaitan dengan itu, Riza menyebut bahwa arak-arakan kader muda Gerindra itu terjadi usai apel kader dan Rakornas. Usai acara, Prabowo turun langsung untuk memberi salam satu persatu para kader yang mencapai ribuan.

“Kebetulan saat itu memang ada atraksi kader laki-laki yang telanjang dada, pas Prabowo salam-salam, minta buka telanjang dada. Itu kan tradisi militer,” jelas Riza.

Sahutan para kader untuk meminta Prabowo telanjang dada disanggupi. Jadilah Prabowo saat itu diarak dan diarahkan ke mobil untuk kembali. Riza menyebut aksi itu adalah bentuk solidaritas, karena para kader telah berminggu-minggu bersama mengikuti diklat. “Itu juga menunjukkan beliau punya jiwa semangat yang tinggi, dengan kondisi yang fit dan siap,” jelasnya.

Menurut Riza, jika ada pihak yang mengaitkan dengan Putin, dia menilai hampir semua jenderal militer juga melakukan aksi itu. Dalam satu kesempatan, pasti ada momen kebersamaan seorang pemimpin digotong dan diarak. “Itu berarti pemimpin itu didukung penuh oleh pasukannya,” jelasnya.

Meski begitu, Riza menilai sosok Putin juga merupakan tokoh dunia sekaligus presiden yang luar biasa. Putin merepresentasikan sosok pemimpin yang disukai rakyatnya, sehingga bisa terpilih sebagai Presiden, setelah sebelumnya menjabat sebagai Perdana Menteri. “Insya Allah pak Prabowo bisa seperti Putin. Berpihak pada masyarakat banyak, kaum lemah, dan mementingkan masyarakat, bangsa dan negara,” tandasnya.

Di sisi lain, Wakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiade menilai sosok Prabowo tak kalah gagah dengan Presiden Putin. Bahkan, Andre menilai momen Prabowo terekam lebih heroik karena dipanggul para kader.

“Kalau Putin kan foto sendiri, Pak Prabowo fotonya lebih heroik, lain suasananya terlihat bagaimana seorang pemimpin terlihat dicintai oleh para kadernya, kadernya memberi dukungan ke ketumnya, pemimpinnya, ini spontanitas, nggak perlu pencitraan kayak kubu sebelah,” kata Andre. (bay/ce2)