Prabowo Janji Indonesia Tak Impor, Hasto: Retorika Politik

8 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menolak mentah-mentah adanya impor. Dia berjanji akan menghindari impor apabila terpilih menjadi presiden kelak. Menurutnya, impor bukanlah kebijakan yang harus dilakukan di pemerintahannya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto memastikan, janji Prabowo Subianto sangat sulit untuk diwujudkan. Pasalnya pada kenyataanya setiap negara saling tergantung satu dengan lainnya.

“Dalam kenyataan saling ketergantungan antar negara. Itu suatu yang sangat sulit (tidak impor),” ujar Hasto di Posko Rumah Cemara, Jakarta, Selasa (6/11).

Hasto berpesan kepada Prabowo Subianto untuk tidak membuat pernyataan yang tidak masuk akal. Sebab menurutnya Indonesia tanpa impor adalah sebuah retorika.

“Ya stop impor hanya sebagai sebuah retorika politik,” katanya.

Sebelumnya, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berjanji tak akan impor apabila dirinya terpilih sebagai presiden 2019 mendatang. Bagi Prabowo, kebijakan impor tak akan menghasilkan kemakmuran bagi rakyat Indonesia.

“Saya bersaksi di sini, kalau saya menerima amanat dari Indonesia, saya bikin Indonesia berdiri di kaki sendiri. Kita tidak perlu impor apa-apa,” kata Prabowo.

Jenderal berjuluk 08 itu mengaku akan lebih memperkuat swasembada pangan, air dan energi khususnya bahan bakar saat dirinya menjabat sebagai presiden. Sehingga, kata dia, Indonesia tidak perlu lagi berutang untuk membiayai impor.

Sementara terpisah, Andre Rosiade selaku Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menjelaskan, maksud capresnya berbicara soal ‘anti impor’ adalah bahwa Prabowo tak ingin impor menjadi prioritas utama pemerintahnya kelak. Kader Gerindra itu juga bilang, upaya Prabowo untuk mengurangi impor adalah dengan swasembada di tiga sektor, yakni pangan, air, dan energi khususnya bahan bakar. (gwn/JPC)