Proyek PLTU-Riau, Eni Blak-blakan Soal Perkenalannya dengan Kotjo

4 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dalam persidangan lanjutan perkara yang membelit terdakwa Johannes Budisutrisno Kotjo, Eni Maulani Saragih dihadirkan Jaksa Penuntutan Umum (JPU) sebagai saksi. Politisi Golkar ini menyebut ada peran mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto di balik layar dalam perkara suap proyek kerjasama PLTU Riau-1.

Eni mengakui, awal mula mengenal Kotjo yang merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd melalui Novanto.

“Saya kenal sama Pak Kotjo, dikenalkan dengan Pak Setya Novanto. Dia minta saya kawal proyek PLTU Riau-1 yang dikerjakan Pak Kotjo,” ujarnya dalam kesaksiannya di sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (11/10).

Saat itu, Eni juga mengaku dirinya menjadi salah satu anggota Komisi VII DPR yang bekerja sama dengan PLN. Eni mengatakan pertemuan awal dengan Kotjo dilakukan di Hotel Fairmont Jakarta yang disebutnya diatur oleh putra Novanto, yakni Rheza Herwindo.

“Rheza yang membuat pertemuan di Hotel Fairmont. Ada saya, tim saya, dengan James yang saya tahu keponakan Pak Kotjo,” ucap Eni.

Dalam pertemuan itu, Eni mengaku belum ada pembicaraan spesifik mengenai proyek. Karena, pertemuan itu disebutnya hanya membahas hal-hal awal tentang perkenalan.

“Tidak ada spesifik cuma saling kenal dan saling tahu. Pak Kotjo kenal saya sebagai Komisi VII DPR dan saya anak buah Pak Nov, beliau Ketua Fraksi (Golkar) saat kasus papa minta saham,” tuturnya.

Dalam perkara ini, Kotjo didakwa menyuap Eni dan juga Idrus Marham sebesar Rp 4,7 miliar. Duit tersebut bertujuan agar perusahaan Kotjo ikut ambil bagian guna menggarap proyek PLTU Riau-1.

Johannes yang merupakan pihak swasta disangkakan melanggar pasal melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/2001.

(ipp/JPC)