PTUN Tolak Gugatan Daryatmo, Hanura Kini Satu Kubu

5 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) secara sah telah menolak gugatan permohonan keputusan fiktif positif dari Daryatmo dan Sarifuddin Sudding, pada Kamis (17/5).

Kuasa hukum DPP Partai Hanura versi Oesman Sapta Odang (OSO) Petrus Selestinus mengatakan, alasan menolak Perkara Permohonan No. 12/PTUN-JKT/2018 oleh Majelis Hakim PTUN Jakarta yang diajukan dan didaftarkan di Kepaniteraan PTUN Jakarta pada 17 April 2018 oleh Daryatmo dan Sarifuddin Sudding lantaran permohonan Keputusan Fiktif Positif menurut Majelis Hakim PTUN Jakarta menyalahi aturan Undang-Undang (UU).

“Disamping itu apa yang dituntut Daryatmo dan Sudding dalam Keputusan Fiktif Positif itu sedang digugat dalam Perkara Gugatan No. 24/G/PTUN/2018/JKT. yang proses persidangannya sedang berlangsung,” kata Petrus kepada wartawan, Kamis (17/5).

“Daryatmo dan Sudding dalam Permohonannya mengajukan bukti surat dari P.1- P.36 dan 3 (tiga) orang saksi fakta dan saksi ahli 2 (dua) orang, sementara Termohon (Kemhukham) mengajukan 1 saksi ahli,” sambungnya.

Tempat terpisah, Wakil Ketua Umum DPP Hanura Sutrisno Iwantono mengingatkan Daryatmo dan Sudding untuk tidak menggunakan nama Partai Hanura dalam aktifitas mereka, setelah PTUN menolak gugatan mereka.

“Karena bergerilya, maka mereka melawan hukum, kalau melakukan hal-hal yang bertantangan dengan hukum maka akan berhadapan dengan hukum pula,” ucapnya.

Sutrisno menyarankan agar Daryatmo dan Sudding menerima putusan PTUN dan bergabung dengan kepengurusan yang sah. “Karena sudah ditolak, berarti sudah tidak ada lagi dua kubu dalam Partai Hanura. Kalau mau bergabung silahkan, biar kita bisa menyatukan lagi, agar membesarkan partai ke depan,” ujar Sutrisno.

Sutrisno juga menegaskan Hanura kepengurusan Oesman Sapta Odang (OSO) akan mengambil alih Gedung DPP Hanura di Bambu Apus, Jakarta Timur. “Kubu Daryatmo dan sudding tidak ada lagi. Kita punya legal standing, mereka ngga. Soal gedung DPP itu nanti dipikirkan,” tutupnya. (Aiy/Fajar)