Puing Ambruknya Atap DPRD Jambi Berserakan, Sementara Ditutup Terpal

18 views

FAJAR.CO.ID — Atap gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi ambruk Kamis dinihari lalu. Dua ruangan rusak parah akibat ambruknya atap wakil rakyat itu.

Ruangan yang rusak adalah ruang Komisi I dan ruang Komisi II DPRD. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Hingga Jumat kemarin (30/3) puing-puing ambruknya atap gedung dewan itu masih tersisa, genteng, kayu, plapon yang jebol juga terlihat masih berserakan. Sebagian memang sudah dilakukan pembersihan.

Duria Sunita, Sekretaris Dewan DPRD Kota Jambi, ketika dikonfirmasi Harian Pagi Jambi Ekspres mengatakan, pihaknya sudah melaporkan hal ini kepada Dinas PUPR selaku OPD teknis. Kamis (29/1) lalu pihak PUPR juga sudah turun melihat langsung kondisi di lapangan.

Duria menyebutkan, ada kekhawatiran pihaknya saat hujan turun, karena atap yang ambruk masih belum ditutupi. Khawatir air hujan akan membanjiri lantai satu gedung DPRD dan membasahi arsip di DPRD.

“Ini (kemarin sore,red) sepertinya mau hujan deras. Arsip-arsip dan dokumen Sekretariat Dewan sudah kita amankan,” kata Duria, kemarin.

“Solusi awal, kita minta pihak PU menutupi atap dengan terpal dulu,” sebutnya.

Kata Duria, sebagian puing ambruk sudah dibersihkan oleh Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi. Memang belum semuanya bersih, karena keterbatasan waktu.

“Kita sudah mulai bersihkan. Memang belum semuanya, karena keterbatasan waktu, apalagi ini hari libur,” imbuhnya.

Junedi Singarimbun, Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi mengatakan, puing memang masih belum dibersihkan semua, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak DLH.

Ada kekhawatrian saat hujan melanda Kota Jambi, atap gedung dewan yang ambruk masih menganga. Saat hujan turun tentu akan membanjiri gedung DPRD, terutama lantai satu.

“Kalau banjir tentu akan mengganggu kinerja di DPRD Kota Jambi,” kata Junedi.

Arsip-arsip sekretariat Dewan sudah dikumpulkan dan diletakan di tempat yang dianggap aman. Untuk anggota Komisi I dan II semenetara bekantor di ruangan BK dan Baleg.

“Masih ada beberapa ruangan yang bisa ditempati, sementara bisa di Baleg dan BK,” imbuhnya.

Untuk pembangunan atap gedung DPRD Kota Jambi sudah dianggarkan pada APBD 2018. Nilainya Rp 1 M lebih. Atap gedung DPRD Kota Jambi itu memang belum pernah dilakukan renovasi sejak dibangun sekitar 1997 silam.

“Sebelum roboh ini sudah kita anggarkan. Kita sudah tau ini mau roboh,” katanya.

Menjelang proses tender dan pekerjaan dilakukan, pihaknya sudah berkoordinassi dengan PUPR Kota Jambi akan menutupi atap yang ambruk tersebut dengan terpal agar air hujan tidak langsung masuk gedung DPRD.

“Informasinya lelang masih berlangsung. Kita minta lelang untuk pembangunan atap gedung DPRD ini diutamakan, kalau tidak kegiatan dewan bisa terganggu,” sebutnya.

Sementara itu, Momon, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Jambi mengatakan, pihaknya sudah turun dan melihat langsung kondisi atap gedung DPRD yang ambruk. “Faktor usia, umurnya sudah 10 tahun lebih,” katanya.

Tahun ini pembangunan seluruh atap gedung DPRD Kota Jambi sudah dianggarakan nilainya lebih kurang Rp 1 M. “Tahun ini dikerjakan, atap, palfonnya semua diganti. Untuk langkah awal sebelum pembangunan berjalan, kita akan tutup dengan terpal dulu, agar gedung DPRD tidak banjir saat hujan,” pungkasnya. (hfz)